Epidemiologi Sosial

Standar
  1. Pengertian epidemiologi sosial

Epidemiologi sosial merupakan sub-ilmu dari epidemiologi yang lebih fokus mempelajari distribusi kesehatan, penyakit, dan kesejahteraan serta determinan sosial suatu kelompok masyarakat. Epidemiologi sosial lebih condong pada survei faktor-faktor determinan sosial yang mempengaruhi kesehatan dari pada pengobatan penyakit yang ditimbulkan oleh determinan tersebut (Krieger, 2001).

Epidemiologi sosial sebagai cabang dari epidemiologi yang fokus pada pencegahan dengan mengetahui faktor-faktor determinan sosial kesehatan pada suatu populasi.

  1. Konsep epidemiologi sosial

Aspek penting dalam epidemiologi sosial adalah kesehatan tiap individu dengan karakteristik yang sama, namun berbeda lingkungan tempat tinggal, budaya, ekonomi, politik dan keadaan geografik menyebabkan perbedaan  statusnya. Mempelajari konsep sosial epidemiologi memberikan kontribusi yang berguna bagi pelayanan kesehatan (Merlo et al, 2005).

Indikator perbedaan lingkungan tempat tinggal dan geografi memiliki dampak pada akses ke layanan kesehatan yang memadai. Budaya yang berkembang dalam populasi juga sebagai faktor determinan kesehatan apabila dalam budaya-budaya tersebut tidak memperdulikan aspek-aspek kesehatan, seperti pembatasan akses ke layanan kesehatan karena gender. Kondisi ekonomi diketahui sebagai faktor dominan dalam mencapai fasilitas kesehatan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Keadaan politik menjadi faktor determinan sosial kesehatan. Keadaan politik yang stabil maka pemerrintah dan pemegang kekuasaan yang lain akan fokus pada kesejahteraan penduduk, kesehatan, dan pendidikannya. Adapun kebijakan-kebijakan yang dibuat mendukung program-program kesehatan sehingga mampu meningkatkan status kesehatan dan kesejahteraan penduduk miskin dalam mencapai pelayanan kesehatan berkualitas.

  1. Artikel penelitian epidemiologi sosial

Sosial epidemiologi digunakan untuk memahami bagaimana faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik, yang dikenal sebagai determinan sosial, berpengaruh pada kesehatan dan penyakit di populasi.

Gary-Webb, at al (2014) melakukan penelitan yang fokus pada determinan sosial diabetes pada level faktor individu, seperti perilaku kesehatan, status sosial ekonomi, dan depresi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian untuk bisa memahami penyakit secara keseluruhan adalah:

  1. Pendekatan gaya hidup yang menguji pengaruh paparan awal pada perkembangan diabetes,
  2. Memahami mekanisme biologi dari sosial determinan diabetes,
  3. Implementasi intervensi pada berbagai level.

Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa level sosial individu, seperti aktifitas fisik, diet, dan merokok menjadi faktor resiko tinggi dalam perkembangan diabetes. Faktor level individu tersebut dipengaruhi juga oleh level sosial yang lebih tinggi, yaitu faktor sosial, status sosial ekonomi, serta budaya dan psikososial. Epidemiologi sosial dalam penelitian tersebut terbukti menjadi faktor determinan sosial yang meningkatkan resiko terkena diabetes.

Penelitian epidemiologi sosial yang lain dilakukan oleh Knesebeck (2015) mengenai konsep epidemiologi sosial dalam penelitian pelayanan kesehatan. Knesebeck dalam penelitiannya mengemukakan bahwa faktor sosial tidak hanya berpengaruh pada kesehatan, tetapi juga berefek pada pelayanan kesehatan.  Kondisi sosial yang kurang, seperti pendidikan dan pendapatan atau sosial ekonomi, berpengaruh pada kemampuan individu untuk mengakses pelayanan kesehatan dan mendapatkan pelayanan yang berkualitas.

Hasil penelitian Knesebeck mengenai pelayanan berkualitas dipengaruhi oleh faktor tidak addekuatnya kondisi sosial individu, hubungan sosial, kapital sosial, dan stres kerja yang dialami oleh tenaga kesehatan. Kondisi-kondisi tersebut berkaitan satu sama lain yang ssaliing menopang dan mendukung untuk bisa mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas.

  1. Perspektif epidemiologi sosial

Penelitian epidemiologi menggunakan perspektif sosial untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab suatu  penyakit yang menjadi folus penelitian. Faktor yang diteliti berfokus pada faktor-faktor sosial dari individu dan populasi masyarakat yang berpengaruh pada kesehatan. Eppidemiologi sosial yang digunakan dalam penelitian menjadi faktor penting dalam menentukan penyebab penyakit. Penelitian epidemiologi sosial berkontribusa dan berguna untuk kesehatan masyarakat secara umum (Kaplan, 2004).

Segitiga epidemiologi penyebaran penyakit menghubungkan ketiga faktor yang berperan, yaitu agen penyakit, penjamu/host, dan lingkungan. Penjamu dalam segitiga epidemiologi adalah manusia, dalam hal ini yang dipandang sebagai faktor penyebab penyakit adalah perilaku kesehatannya. Lingkungan sebagai media perantara berkembangnya agen penyakit dan masuknya agen penyakit tersebut ke tubuh manusia.

Selain itu, epidemmiologi sosial penting dalam memudahkan pemahaman yang menjadi penyebab utama penyakit, sehingga metodologi dan konseptual permasalahannya dapat muncul dalam memberikan ilustrasi penyakit bagi uji psikososial dan biomedik (Kasl dan Jones, 2002).

  1. Tantangan penelitian epidemiologi sosial

Tantangan yang dihadapi dalam melakukan penelitian epidemiologi sosial adalah alat ukur yang menjadi pedoman dalam mengukur faktor sosial, variabel yang diteeliti dalam epidemiologi sosial harus bervariasi sehingga harus menggunakan uji multivariat. Desain uji multivariat memungkinkan terjadi kesalahan informasi akibat kesalahan pengukuran (Kasl dan Jones, 2002; Kaplan, 2004).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s