SIKLUS REPRODUKSI WANITA

Standar

Kehidupan wanita setelah lahir dapat dibagi dalam beberapa masa yaitu masa bayi, masa kanak-kanak, masa reproduksi, masa klimakterium, dan masa senium. Setiap masa dapat dilakukan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan.

A. Masa Bayi

Bayi lahir cukup bulan, pembentukan genetalia internal sudah selesai, jumlah folikel primordial dalam kedua ovarium telah lengkap sebanyak + 750.000 butir dan tidak bertambah lagi pada kehidupan selanjutnya. Tuba, uterus, vagina, dan genetalia eksternal sudah terbentuk, labia mayora menutupi labia minora, tetapi pada bayi prematur vagina kurang tertutup dan labia minora lebih kelihatan.

Bayi masih mengalami pengaruh estrogen yang sewaktu hamil memasuki tubuh janin melalui plasenta pada minggu pertama dan kedua kehidupan di dunia luar. Oleh karena itu, uterus bayi baru lahir lebih besar dibandingkan dengan uterus anak kecil. Selain itu estrogen juga menyebabkan pembengkakan pada payudara bayi wanita maupun pria selama 10 hari pertama kehidupannya.

Pengukuran pertumbuhan dan perkembangan yang dapat diukur adalah

  1. Berat Badan

Pengukuran berat badan dilakukan untuk menilai peningkatan atau penurunan semua jaringan yang ada, sehingga akan diketahui status gizi anak atau tumbuh kembang anak.

Kenaikan BB bayi cukup bulan akan kembali pada hari ke-10:

  • Umur 10 hari : BBL
  • Umur 5 bulan : 2 x BBL
  • Umur 1 tahun : 3 x BBL

Pengukuran BB dalam kilogram :

  • Usia 3-12 bulan : umur (dalam bulan) + 9
  1. Tinggi badan

Pengukuran tinggi badan dilakukan untuk menilai status perbaikan gizi disamping faktor genetik. Kecepatan pertumbuhan TB pada tahun pertama 23-25 cm. TB meningkat sampai tinggi maksimal dicapai, meningkat pesat pada usia bayi dan adolecent, dan berhenti pada usia 18-20 tahun.

  1. Lingkar kepala

Ukuran lingkar kepala dapat digunakan untuk menilai pertumbuhan otak. Penilaian ini dapat dilihat apabila pertumbuhan otak kecil (mikrosefal) maka menunjukkan adanya retardasi mental. Apabila otaknya besar (volume kepala meningkat) menandakan penyumbatan pada aliran cerebrospinalis. Anak umur 0-11 bulan diukur tiap 3 bulan sekali, umur 12-72 bulan dilakukan setiap 6 bulan. Ukuran lingkar kepala waktu lahir rata-rata sebesar 34 cm, umur 6 bulan menjadi 44 cm. ketika usia 1 tahun ukuran lingkar kepala rata-rata sebesar 47 cm.

  1. Lingkar lengan atas

Pengukuran LILA digunakan untuk menilai jaringan lemak dan otot, tetapi penilaian ini banyak berpengaruh pada keadaan jaringan tubuh apabila dibandingkan dengan BB. Ukuran LILA saat lahir sebesar 11 cm dan pada tahun pertama menjadi 16 cm.

  1. Perkembangan

Aspek perkembangan bayi yang dipantau meliputi motorik kasar (duduk, berdiri), kemampuan bicara dan bahasa (kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara), sosialisasi dan kemandirian.

B. Masa Kanak-Kanak

Perangsangan hormon kelamin pada masa kanak-kanak sangat kecil, dan memang kadar estrogen dan gonadotropin sangat rendah. Oleh karena itu, alat-alat genital dalam masa ini tidak memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai permulaan pubertas. Pengaruh hipofisislah yang terlihat dalam pertumbuhan badan masa kanak-kanak.

  1. Berat badan

Kenaikan BB anak prasekolah pada umumnya sebesar 2 kg per tahun. Perkiraan berat badan pada masa kanak-kanak dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus berikut :

Usia 1-6 tahun   : umur (tahun) + 8

  1. Tinggi badan

Rata-rata laju pertumbuhan TB prasekolah adalah 6-8 cm per tahun. Tinggi badan dapat diperkirakan berdasarkan rumus dari Behram (1992) sebagai berikut :

  • Usia 4 tahun : 2 x TB lahir
  • Usia 6 tahun : 1,5 x TB setahun

3. Lingkar lengan atas

Standar lingkar lengan usia 1-5 tahun :

  • > 13,5 cm normal
  • 12,5 – 13,5 cm malnutrisi ringan
  • < 12,5 cm malnutrisi
  1. Perkembangan

Aspek perkembangan yang dipantau pada masa ini meliputi motorik kasar (berlari, melompat, mengayuh, dll), motorik halus (menulis) kemampuan bicara dan bahasa (berbicara, mengikuti perintah, berkomunikasi), sosialisasi dan kemandirian ( makan, bermain, membereskan mainan tanpa bantuan ibu/pengasuh)

C. Masa Pubertas

Masa pubertas merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Masa pubertas dapat dikatakan dengan mulai berfungsinya ovarium. Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur.

Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahun dan berlangsung kurang lebih selama 4 tahun. Pubertas secara klinis mulai dengan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi.

  1. Berat Badan

Kenaikan BB 2 kg per tahun

  1. Tinggi Badan

Sebelum haid kenaikan TB rata-rata 3 inci/tahun, setelah haid rata-rata 1 inci/tahun dan berhenti sekitar usia 18 tahun.

  1. Organ reproduksi

Organ seks mencapai ukuran matur pada periode akhir pubertas

  1. Gigi Geligi

Gigi caninus dan molar I, caninus tetap, premolar I dan II, dan molar II mulai tumbuh

  1. Pernapasan

Kapasitas paru mencapai fungsi maksimal

Perubahan selama pubertas normal berjalan selama 1,5 – 6 tahun meliputi :

  • Perkembangan payudara (Thelarche)
  • Perkembangan rambut aksila/pubis (Adreche/ Pubarche)
  • Pertumbuhan tinggi badan lebih cepat (Maximal Growth)

Dipengaruhi oleh growth hormone, astradiol, dan insulin-like growth factor (IGF-I) atau somatomedin-C. Pertumbuhan bisa mencapai 5-10 cm dalam 1 tahun.

  • Haid pertama (menarche)

Variasi normal antara usia 9-16 tahun dengan rata-rata 12-13 tahun.

  • Pubertas prekoks

Terjadinya perubahan karakteristik pubertas pada usia kurang dari 8 tahun. Umumnya ditandai pertumbuhan tinggi badan maksimal sebagai first sign.

Perkembangan psikologi pada masa ini meliputi :

  1. Keluarga : memulai ketidak tergantungan
  2. Kelompok sebaya
  3. Berkumpul dengan teman sejenis dan pemeriksaan oleh teman sebaya

D. Masa Reproduksi

Masa ini merupakan masa terpenting bagi wanita dan berlangsung + 33 tahun. Pada masa ini terjadi ovulasi + 450 kali. Biarpun pada usia 40 tahun keatas wanita masih mampu hamil, tetapi fertilitas menurun cepat sesudah usia tersebut.

Masa reproduksi ditandai dengan siklus menstruasi yang disertai pematangan folikel, ovulasi dan pembentukan korpus luteum, selama 30-40 tahun sesudah pubertas. Siklus menstruasi normal ditandai dengan :

  1. Koordinasi pelepasan gonadotropin
  2. Steroidogenesis dari ovarium
  3. Siklus/fluktuasi hormonal yang teratur dan karakteristik
  4. Pematangan folikel dan ovulasi
  5. Perubahan histologis fisiologis jaringan endometrium uterus

Perkembangan pada masa reproduksi :

  1. Kemampuan mental mencapai puncak pada periode 20-an, secara perlahan berkurang.
  2. Penyesuaian diri efektif pada berbagai situasi
  3. Penalaran analogis, berfikir kritis dan mandiri
  4. Penyesuaian peran baik sebagai istri atau ibu

E. Masa Klimakterum

Klimakterium merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium. Klimakterium mulai + 6 tahun sebelum menopouse (kadar estrogen mulai turun dan kadar hormon gonadotropin naik) dan berakhir 6 – 7 tahun setelah menopouse (kadar estrogen telah mencapai nilai yang rendah sesuai dengan keadaan senium)

Menopouse adalah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir. Diagnosis dibuat setelah terdapat amenorhea sekurang-kurangnya 1 tahun. Berhentinya haid bisa didahului oleh siklus haid yang lebih panjang dengan perdarahan yang berkurang. Umur waktu terjadinya menopouse dipengaruhi oleh :

  1. Keturunan
  2. Kesehatan umum
  3. Pola kehidupan

Terjadinya menopouse ada hubungannya dengan menarche. Makin dini menarche terjadi, makin lambat menopouse timbul (masa reproduksi makin panjang). Menopouse yang artifisial karena operasi atau radiasi umumnya menimbulkan keluhan lebih banyak dibandingkan dengan menopouse alamiah.

F. Masa Senium

Senium adalah masa sesudah pasca menopouse, ketika telah terjadi keseimbangan baru dalam kehidupan wanita. Hal yang mencolok pada masa ini adalah kemunduran alat-alat tubuh dan kemampuan fisik.  Pemantauan pada masa senium meliputi : berat badan, tinggi badan, tekanan darah, nadi, proteinuria, reduksi, keluhan patologis.

Faktor yang mempengaruhi siklus kehidupan wanita pada masa ini adalah :

  1. Faktor hormonal
  2. Kejiwaan
  3. Lingkungan
  4. Pola makan
  5. Aktifitas fisik (olah raga)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s