RESUME BUKU – Kesehatan Lingkungan (Ricky M. Mulia)

Standar

Air sangat penting untuk kehidupan. Dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya. Penggunaan air yang tidak memenuhi persyaratan dapat menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan. Dalam perjalanannya kualitas air semakin lama semakin buruk bila dibiarkan tanpa ada penanganan. Kini ilmu pengetahuan telah berkembang dengan cepatnya, telah diciptakan atau didesain sarana pengolahan air minum dengan berbagai sistem. Pada prinsipnya, pengolahan air adalah usaha- usaha yang dilakukan untuk merubah sifat suatu zat. Hal ini sangat penting sekali dalam air minum yang sesuai dengan standar air minum yang telah ditentukan. Sistem pengolahan air minum yang dibangun tergantung dari kualitas sumber air bakunya. Pengolahan air, terdiri dari : pengolahan secara fisik, kimia dan biologi. Pengolahan air yang terdiri dari proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi dan filtrasi kemudian ditambahkan chlorinasi disebut sebagai pengolahan air minum sistem konvensional, seperti yang digunakan oleh hampir seluruh PDAM di Indonesia.

Kepadatan penduduk, tata ruang yang tidak sesuai dengan kondisi tempat dan tingginya eksploitasi sumber daya air sangat berpengaruh pada kualitas air. Jarak yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat mengakibatkan pencemaran air sumur, dikarenakan posisi kedalaman jamban terhadap sumur air lebih dangkal sehingga air tanah yang sudah dicemari oleh tinja akan meresap ke dalam tanah dan akan meresap ke sumur air rumah tangga. Jamban merupakan intalasi yang berfungsi untuk menampung tinja atau limbah cair. Salah satu penyakit yang dapat terjadi atau penyakit yang disebabkan oleh tinja manusia adalah diare, tifus disentri, kolera yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, protozoa maupun parasit.

Air tidak jernih umumnya mengandung residu. Residu tersebut dapat dihilangkan dengan proses penyaringan (filtrasi) dan pengendapan (sedimentasi). Untuk mempercepat proses penghilangan residu tersebut perlu ditambahkan koagulan. Bahan koagulan yang sering dipakai adalah tawas (alum). Untuk memaksimalkan proses penghilangan residu, koagulan sebaiknya dilarutkan dalam air sebelum dimasukkan ke dalam tangki pengendapan.

Mekanisme atau proses sedimentasi secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Pengendapan partikel flokulen berlangsung secara gravitasi.
  2. Flok yang dihasilkan pada proses koagulasi-flokulasi mempunyai ukuran yang makin besar, sehingga kecepatan pengendapannya makin besar.
  3. Untuk menghindari pecahnya flok selama proses pengendapan, maka aliran air dalam bak harus laminer. Untuk tujuan ini, digunakan indikator bilangan Reynold (NRe) dan bilangan Froud (NFr).
  4. Aliran air yang masuk pada inlet diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pengendapan. Biasanya dipasang diffuser wall atau perforated baffle untuk meratakan aliran ke bak pengendap dengan kecepatan yang rendah. Diusahakan agar inlet bak langsung menerima air dari outlet bak flokulator.
  5. Air yang keluar melalui outlet diatur sedemikian, sehingga tidak mengganggu flok yang telah mengendap. Biasanya dibuat pelimpah (weir) dengan tinggi air di atas weir yang cukup tipis (1,5cm).

Kelebihan dan kelemahan Sedimentasi Pengolahan Air Minum

  1. Kelebihan :
  2. Membunuh lebih dari 50% bakteri.
  3. Beberapa patogen akan berada di dasar wadah sehingga bagian atas wadah merupakan bagian paling bersih dan mengandung lebih sedikit pathogen.
  4. Dapat membunuh organisma yang disebut cercariae, yang merupakan host perantara dalam siklus hidup bilharziasis (schistosommiasis), penyakit yang berasal dari air dan sering terdapat di beberapa Negara. Penyimpanan yang lebih lama akan semakin memperbaiki kualitas air.
  5. Kelemahan :
  6. Membutuhkan waktu yang lama yakni sekitar 48 jam.
  7. Tidak dapat membunuh semua bakteri dan mikroorganisme untuk menjadi benar-benar bersih.
  8. Membutuhkan lahan yang luas.

Kegiatan pembangunan yang semakin meningkat mengandung reiko pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup sehingga fungsi ekosistem menjadi terganggu dan tidak berfungsi sesuai pruntukannya. Hal ini berpengaruh terhadap keberadaan sumber daya air yang semakin menuruun kualitasnya sebagai akibat pencemaran air dari kegiatan membuang lmbah cir tersebut ke sungai atau sumber air. Hal-hal yang menyebabkan turunnya kualitas kesehatan lingkungan sebagai berikut :

  1. Terjadinya disparitas status ksehatan. Meskipun secara nasional kualitas kesehatan masyarakat telah meningkat, akan tetapi disparitas status kesehtan antar tingkat sosial-ekonomi, antar kawasan, dan antar perkotaan-pedesaan masih cukup rendah.
  2. Terjadinya eban penyakit. Pola penyakit yang diderita oleh masyarakat sebagian besar adalah penyakit diare dan penyakit kulit.
  3. Perilaku masyarakat yang kurang mendukung pola hidup bersih dan sehat.
  4. Rendahnya kualitas kesehatan penduduk miskin dan terbatasnya tenaga kesehatan dan distribusii tidak merata.

Sungai merupakan ekosistem perairan terbuka, sehingga keadaan lingkungan disekitarnya akan sangat mempengaruhi kualitas air sungai tersebut. Pada umumnya pencemaran air sungai disebabkan oleh hasil samping kegiatan manusia, baik berupa limbah rumah tangga maupun limbah kegiatan usaha yang dilakukan oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s