Pengelolaan Sampah TPA Degayu

Standar

Proses Pengambilan Sampah

Sampah dari rumah penduduk dikumpulkan ke dalam bak sampah yang sudah disediakan TPA ataupun DPU (Dinas Pekerjaan Umum) di setiap kelurahan. Ada beberapa tempat di wilayah Kota Pekalongan yang sudah menyediakan bak sampah yang memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Sampah yang terkumpul tanpa dipisahkan, antara sampah organik dan sampah anorganik, dibawa langsung ke TPA untuk kemudian baru dipisah-pisahkan di TPA. Sampah anorganik yang biasa diambil atau dikumpulkan oleh pemulung akan dimasukkan kedalam bank sampah.

Dalam sehari kurang lebih ada 34 truk sampah yang masuk ke TPA Degayu. Tiap truk sampah mengangkut sekitar 6-8 m3 sampah(truk sedang) dan sekitar 12 m3 sampah (truk besar). Petugas TPA akan mendata truk-truk sampah yang masuk ke TPA Degayu yang meliputi armada pengangkut sampah, no plat mobil, wilayah asal sampah, jenis sampah, dan banyaknya sampah. Sampah yang masuk ke TPA Degayu akan dimasukkan ke zona landfill atau zona aktif.

Sampah anorganik, seperti botol plastik, botol kaca, rafia, baju bekas, dan lain-lain, yang masih bisa digunakan atau di daur ulang akan dikumpulkan oleh pemulung atau orang yang membutuhkan untuk pembuatan kerajinan.

Sampah dari rumah sakit diantar langsung oleh petugas Rumah Sakit ke TPA. Sampah rumah sakit berupa sampah anorganik yang sudah tidak dapat digunakan lagi karena merupakan sampah yang sudah terinfeksi.

Pengolahan Sampah

Sampah yang ada di zona aktif untuk kemudian diratakan dan dipadatkan menggunakan mesin eskavator. Zona aktif yang sudah terisi penuh segera ditutup dengan tanah merah atau plastik degradable. Petugas TPA Degayu yang bertugas mengolah sampah menggunakan alat pelindung diri seperti seatu boot, masker hidung, dan sarung tangan.

Sampah organik yang terkumpul diolah menjadi pupuk kompos, tapi pengolahan sampah organik ini belum dilakukan secara maksimal oleh TPA Degayu. Pupuk kompos hasil olahan TPA Degayu dijual kepada masyarakat yang membutuhkan pupuk kompos.

Hasil pengolahan sampah yang berbentuk gas (bio-metan) dipisahkan dan ditampung kedalam tempat tertutup karena sangat berbahaya dan dapat menimbulkan ledakan. Gas bio-metan hasil pengolahan TPA Degayu disalurkan ke rumah penduduk sekitar sebagai bahan bakar dan digunakan sendiri oleh TPA untuk membakar sampah.

Pemanfaatan Hasil Pengolahan Sampah

Hasil pengolahan sampah di TPA Degayu Kota Pekalongan berupa pupuk kompos dan gas bio-metan. Pupuk kompos yang dihasilkan TPA Degayu dijual kepada warga yang membutuhkan pupuk kompos untuk menyuburkan tanaman. Sedangkan gas bio-metan hasil pengolahan sampah dimanfaatkan oleh TPA untuk membakar sampah dan dialirkan kerumah penduduk sekitar sebagai bahan bakar.

TPA Degayu berencana akan bekerjasama dengan Kantor Lingkungan Hidup untuk memanfaatkan sampah sebagai bahan pembangkit listrik agar sampah di TPA tidak menggunung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s