CAKUPAN PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI HEPATITIS B PADA BAYI

Standar

Hiprocrates menemukan penyakit pada liver dengan jaundice sebagai manifestasi klinisnya pada abad ke-8. Penyakit liver tersebut sekarang lebih dikenal dengan nama hepatitis. Terdapat lebih dari 500 – 700 ribu orang meninggal karena terinfeksi virus hepatitis B. Infeksi virus hepatitis B atau C akut akan berakhir pada kanker dan sirosis hati yang menyebabkan angka kematian semakin tinggi. Di Indonesia sebagian besar penderita hepatitis B adalah bayi dan balita yang disebabkan penularan vertikal dari ibu ke janin yang dikandungnya (WHO, 2010). Hepatitis B menular melalui kontak darah atau cairan tubuh, berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi hepatitis B, dan berbagi peralatan pribadi yang memungkinkan terjadi penularan (sikat gigi, pisau cukur, dll).

Perkembangan teknologi molekuler berdampak positif pada penemuan berbagai antigen atau vaksin berbagai penyakit menular dan berbahaya yang berkembang di masyarakat. Pada tahun 1965 ditemukan antigen hepatitis di Philadelphia oleh Blumberg dkk. Pada tahun 1981 vaksin hepatitis B mulai diproduksi masal. Indonesia mulai menerapkan Program Nasional vaksinasi hepatitis B pada tahun 1997.

Berdasarkan UU No. 26 tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan imunisasi sebagai upaya meningkatkan kesehatan dengan cara mencegah terjadinya penyakit menular dan menurunkan angka kematian anak (Permenkes No 42 tahun 2013). Tingginya angka kematian anak yang disebabkan penyakit TBC, dipteri, pertusis, campak, tetanus, polio, dan heppatitis B di Indonesia mendorong untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada anak usia 12-13 bulan (Depkes, 2008).

Jadwal pemberian imunisasi hepatitis B pada bayi bergantung pada status HbsAg ibu saat melahirkan dan usia kandungan sehingga terdapat perbedaan pada kuantitas vaksin yang disuntikkan. Bayi lahir cukup bulan memiliki sistem imun yang adekuat untuk meningkatkan respon imun dari vaksin atau imunisasi yang diberikan (Satgas Imunisasi IDAL, 2000)

Faktor yang berperan terhadap lama dan intensitas proteksi respon imun humoral terhadap vaksin hepatitis B adalah presentasi, diferensisasi dan maturasi  limfosit (Rosalina, 2012). Selain itu, keberhasilan imunisasi juga bergantung pada status imun, faktor genetik penjamu, usia, kualitas dan kuantitas vaksin yang digunakan.

Kecemasan ibu terhadap efek samping imunisasi pada anak berpengaruh pada kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Hal ini dapat disebabkan karena keterbatasan informasi mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap yang dianjurkan Kementerian Kesehatan RI di masyarakat. Banyaknya daerah terpencil atau terpelosok di Indonesia yang sulit dijangkau oleh tenaga kesehatan dan juga akses ke pusat layanan kesehatan menjadi penghambat dalam penyebaran informasi kesehatan. Cakupan imunisasi hepatitis B pada anak usia 12-13 bulan di Indonesia masih dibawah cakupan imunisasi dasar lainnya, seperti BCG, campak, polio, dan DPT (Depkes, 2008).

Berbagai penelitian mengenai pelaksanaan program imunisasi hepatitis B menunjukkan hasil yang sama tentang pengaruh pendidikan ibu pada tindakan imunisasi anak. Permasalahan faktor pendidikan yang berpengaruh pada sikap dan tindakan dalam kepatuhan masyarakat pada program kesehatan pemerintah tidak dapat dipungkiri lagi. Selain itu, faktor budaya yang ada di masyarakat juga berpengaruh pada tindakan kesehatan dalam mendukung program pemerintah.

Pentingnya melaksanakan program imuunisasi dasar pada bayi belum banyak diketahui masyarakat karena kurangnya sosialisasi dan informasi. Tenaga kesehatan yang menolong persalinan wajib memberikan informasi jadwal imunisasi bayi sebelum pulang yang harus dipatuhi ibu untuk meningkatkan level kesehatan anak. Mengingatkan jadwal imunisasi bisa diulang setiap kali bertemu dengan ibu dan bayi pada kunjungan nifas atau imunisasi sehingga cakupan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi meningkat, termasuk imunisasi hepatitis B. Diharapkan cakupan imunisasi yang meningkat dapat mengurangi angka mortalitas dan morbiditas anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s