BRONKITIS ANAK

Standar

Bronkus dan bronkiolus pada saluran nafas anak merupakan bagian reaktif sehingga mudah terserang virus yang menyebabkan infeksi saluran nafas. Peradangan akut pada bronkus akut atau kronik yang ditandai dengan demam, batuk, dan mengi biasa dikenal dengan nama bronkitis.

Virus mycoplasma pneumoniae menjadi penyebab yang paling sering ditemukan pada anak usia 1-2 tahun yang mengalami gangguan pada jalan nafas, yang dicirikan dengan batuk non produktif yang memburuk dimalam hari menjadi produktif dalam 2-3 hari (Newell, 2009).

Resiko anak meningkat terkena bronkitis apabila ibunya seorang perokok aktif dan ada anggota keluarga yang mempunyai kebiasaan merokok di rumah. Pengobatan pada bronkitis diutamakan dengan pemberian antiinflamasi bukan bronkodilator. Beberapa penelitian meyebutkan kurang bermanfaatnya bronkodilator  yang digunakan pada anak dengan bronkitis (Supriyatno, 2006).

Faktor resiko terjadinya infeksi respiratori akut bawah yang dapat berpengaruh pada terjadinya bronkitis antar lain status ekonomi rendah dan lingkungan rumah yang padat tanpa adanya ventilasi yang kurang memadai sehingga memungkinkan terjadi penularan melalui udara dalam bentuk droplet dari orang sekitar yang batuk atau bersin. Sanitasi lingkungan yang tidak memadai dan praktik hygiene yang kurang juga dapat meningkatkan paparan pada kelompok berstatus ekonomi rendah. Selain itu, sering kontak fisik dengan binatng peliharaan juga meningkatkan resiko terjadi infeksi saluran nafas dari bulu-bulu binatang yang rontok (Tamba, 2009).

Faktor umur, berat badan lahir rendah, imunisasi yang tidak lengkap dan pemberian ASI eksklusif kurang dari 6 bulan diketahui menjadi faktor terjadinya infeksi respiratori akut bawah walaupun tidak menjadi faktor penyebab utama. Dalam hal ini, terjadinya infeksi respiratori akut bawah karena kurangnya imunitas tubuh anak dalam menangkal gangguan saluran pernafasan.

Bronkitis yang ditandai dengan sesak nafas harus bisa dibedakan dengan asma. Sesak nafas pada penderita bronkitis terjadi pada pertama kali terinfeksi, sedangkan sesak nafas pada asma terjadi berulang kali dan tidak disertai demam.

Batuk pada anak berbeda dengan batuk pada dewasa sehingga dibutuhkan pendekatan diagnostik yang berbeda untuk menentukan diagnosis untuk menentukan penanganan yang tepat, agar tidak bertambah parah menjadi bronkitis kronik (Setyanto, 2004). Bronkitis kronik dan emfisema dapat menyebabkan terjadinya obstruksi saluran nafas (Wisnuwardhani, 2013)

Penatalaksanaan bronchitis pada anak tampak efektif dengan fisioterapi infra red dan chest fisioterapi yang bertujuan untuk mengeluarkan spuntum/dahak, mengurangi sesak nafas, dan mengurangi spasme otot bantu pernafasan (Fitrianingrum, 2013).

Terapi obat yang diberikan pada pasien bronkitis akut pada dasarnya hanya memberikan kenyamanan, terapi dehidrasi dan gangguan paru yang ditimbulkannya. Berbeda dengan pemberian terapi obat pada pasien bronkitis kronik, dimana obat diberikan dengan tujuan mengurangi keganasan gejala, menghilangkan eksaserbasi dan mencapai interval bebas infeksi yang panjang (Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, 2005).

 

Daftar Pustaka

Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 2005. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Departemen Kesehatan RI: Jakarta

Firtrianingrum, M.R. 2013. KTI. Penatalaksanaan Infra Red dan Chest Physiotherapy pada Brinchitis Acute di RS PKE Muhammadiyah Yogyakarta. UMS. Surakarta

Newell, S.J. 2006. Pediatrik, Edisi 7. Erlangga: Jakarta

Setyanto, D.B. 2004. Batuk Kronik pada Anak: Masalah dan Tata Laksana. Sari Pediatri: Jakarta

Supriyatno, B. 2006. Infeksi Respiratorik Bawah Akut. Sari Pediatri: Jakarta

Tamba, R.A.P. 2009. Tesis. Faktor Resiko Infeksi Respiratori Akut Bawah pada Anak di RSUP dr. Kariadi. UNDIP: Semarang

Wisnuwardhani, Dian. 2013. Hiperreaktivitas Bronkus pada Penyakit Paru Obstruksi Kronik, CDK-207. Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s