Caput Suksedaneum

Standar

Pengertian

Caput suksedaneum ini ditemukan biasanya pada presentasi kepala, sesuai dengan posisi bagian yang bersangkutan. Pada bagian tersebut terjadi oedema sebagai akibat pengeluaran serum dari pembuluh darah. Caput suksedaneum tidak memerlukan pengobatan khusus dan biasanya menghilang setelah 2-5 hari. (Sarwono, 2006).

Kejadian caput succedaneum pada bayi sendiri adalah benjolan pada kepala bayi akibat tekanan uterus atau dinding vagina dan juga pada persalinan dengan tindakan vakum ekstraksi. ( Abdul Bari Saifuddin, 2001).

Caput suksedaneum adalah Kelainan ini akibat sekunder dari tekanan uterus atau dinding vagina pada kepala bayi sebatas caput. Keadaan ini dapat pula terjadi pada kelahiran spontan dan biasanya menghilang dalam 2-4 hari setelah lahir. Tidak diperlukan tindakan dan tidak ada gejala sisa yang dilaporkan. (Sarwono Prawirohardjo, 2007).

Gejala

Caput succedaneum muncul sebagai pembengkakan kulit kepala yang memanjang di garis tengah dan atas garis jahitan dan berhubungan dengan kepala pencetakan.

Caput Succedaneum adalah benjolan yang membulat disebabkan kepala tertekan leher rahim yang saat itu belum membuka penuh yang akan menghilang dalam waktu satu dua hari. (www.begaul.com )

Patofisiologis

Kelainan ini timbul karena tekanan yang keras pada kepala ketika memasuki jalan lahir sehingga terjadi bendungan sirkulasi kapiler dan limfe disertai pengeluaran cairan tubuh ke jaringan extravasa. Benjolan caput ini berisi cairan serum dan sering bercampur dengan sedikit darah. Benjolan dapat terjadi sebagai akibat bertumpang tindihnya tulang kepala di daerah sutura pada suatu proses kelahiran sebagai salah satu upaya bayi untuk mengecilkan lingkaran kepalanya agar dapat melalui jalan lahir. Umumnya moulage ini ditemukan pada sutura sagitalis dan terlihat segera setelah bayi lahir. Moulage ini umumnya jelas terlihat pada bayi premature dan akan hilang sendiri dalam satu sampai dua hari.

Manajemen

Manajemen terdiri dari pengamatan saja lengkap dan cepat pemulihan biasanya akan terjadi dengan caput succedaneum. Jika kulit kepala bayi kontur telah berubah, kontur normal harus kembali.

Bayi akan sering (dimengerti) marah sehingga mungkin memerlukan analgesia untuk sakit kepala dan penanganan harus disimpan ke minimum untuk beberapa hari pertama.

Faktor Predisposisi

1. Persalinan dengan partus lama, partus dengan tindakan

2. Sekunder dari tekanan uterus atau dinding vagina

Penanganan dan Pencegahan

a)   Bayi dirawat seperti pada perawatan bayi normal

b)   Observasi keadaan umum bayi

c)   Pemberian ASI adekuat

d)   Cegah terjadinya infeksi

e)   Untuk penanganan caput succedanaum tidak ada penanganan khusus karena dapat menghilang dengan sendirinya ( http://www.anakku.net )

f)   Dengan menggendong bayi secara terus menerus agar kelainan pada bayi dapat disembuhkan

Komplikasi

a)   Kaput hemorargik

b)   Infeksi

c)   Ikhterus

d)   Anemia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s