Solusio Plasenta

Standar

Solusio plasenta adalah pelepasan sebagian atau seluruh plasenta yang normal implantasinya antara minggu 22 dan lahirnya anak. ( Buku Obstetri Patologi, Universitas Pajajaran Bandung).

Solusio palsenta (abruptio plasenta) adalah pelepasan premature dari plasenta letak normal yang terjadi setelah usia kehamilan 22 minggu ( Buku Ajar Kebidanan Myles).

Klasifikasi Solusio Plasenta

  1. Ringan : perdarahan kurang dari 100 – 200 cc, uterus tidak tegang, belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang dari 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih dari 250 mg%.
  2. Sedang : perdarahan lebih dari 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pra renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta ¼ sampai 2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120 – 150 mg%.
  3. Berat : uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, biasanya janin telah mati, pelepasan plasenta dapat terjadi pada lebih dari 2/3 bagian permukaan atau keseluruhan bagian permukaan.

Jenis Solusio Plasenta

  1. Solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi
  • Pelepasan biasanya komplit
  • Sering disertai toksemia
  • Hanya merupakan 20% dari solusio plasenta
  • Pelepasan biasanya inkomplit
  • Jarang disertai toksemia
  • Merupakan 80% dari solusio plasenta.
  1. Solusi plasenta dengan perdarahan keluar
  • Pelepasan biasanya inkomplit
  • Jarang disertai toksemia
  • Merupakan 80% dari solusio plasenta.

Etiologi dan Faktor Predisposisi

Sebab primer dari solusio plasenta belum jelas, tapi diduga bahwa hal-hal yang tersebut dibawah dapat menyebabkannya:

  1. Hypertensi esensialis atau preeklampsi
  2. Tali pusat yang pendek
  3. Trauma
  4. Tekanan oleh rahim yang membesar pada vena cava inferior.
  5. Uterus yang sangat mengecil (hydramnion, gemeli)

Disamping itu ada pengaruh:

  1. Usia lanjut
  2. Multiparitas
  3. Defisiensi asam folat

Faktor risiko, meliputi:

  1. Kelainan pembekuan darah (trombofilia)
  2. Merokok
  3. Penggunaan obat-obat narkotika seperti kokain
  4. Diabetes
  5. Konsumsi alkohol lebih dari 14 kali per minggu selama kehamilan
  6. Tekanan darah tinggi selama kehamilan (sekitar separuh dari kejadian solusio plasenta yang mengakibatkan kematian bayi berhubungan dengan tekanan darah tinggi)
  7. Riwayat solusio plasenta sebelumnya
  8. Peningkatan distensi uterus (dapat terjadi pada kehamilan kembar atau volume cairan amnion yang sangat banyak)
  9. Frekuensi persalinan yang sering sebelumnya
  10. Ibu hamil berusia tua
  11. Pecahnya ketuban sebelum waktunya (selaput ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 minggu)
  12. Fibroid Uteri

Tanda dan Gejala serta Komplikasi

  1. Perdarahan yang disertai nyeri, juga diluar his. Warna darah kehitaman dan cair, tetapi mungkin ada bekuan jika solusio relative baru. Jika ostium terbuka, terjadi perdarahan berwarna merah segar.
  2. Anemi dan syok; beratnya anemi dan syok sering tidak sesuai dengan banyaknya darah yang keluar.
  3. Rahim keras seperti papan dan nyeri dipegang karena isi rahim bertambah dengan darah yang berkumpul di belakang plasenta hingga rahim teregang (uterus en bois).
  4. Palpasi sukar karena rahim keras
  5. Fundus uteri makin lama makin naik
  6. Bunyi jantung janin biasanya tidak ada
  7. Palpasi toucher teraba ketuban teregang terus menerus (karena isi rahim bertambah).
  8. Sering ada proteinuria karena disertai toxemia.

Pemeriksaan, meliputi:

  1. Ultrasonografi (USG) abdomen
  2. Hitung jenis darah lengkap
  3. Monitoring janin
  4. Kadar fibrinogen
  5. Partial thromboplastin time
  6. Pemeriksaan pelvis (rongga panggul)
  7. Prothrombin time
  8. USG vagina

Penatalaksanaan

  1. Lakukan uji pembekuan darah. Kegagalan terbentuknya bekuan darah setelah 7 menit atau terbentuknya bekuan darah lunak yang mudah terpecah menunjukkan adanya koagulopati.
  2. Jika terjadi hypofibrinogenemia maka tindakan yang harus dilakukan adalah:
  • Substitusi dengan human fibrinogen 10g atau darah segar.
  • Menghentikan fibrinolyse dengan trasylol (proteinase inhibitor) 200.000 S I.V selanjutnya bila perlu 100.000S/jam dalam infus.
  1. Trasfusi darah segar.

Jika terjadi perdarahan hebat (nyata atau tersembunyi), lakukan persalinan segera, jika:

  1. Pembukaan serviks lengkap, persalinan dengan ekstraksi vakum.
  2. Pembukaan serviks belum lengkap, persalinan dengan seksio sesarea.

Pada setiap kasus solusio plasenta, waspadalah terhadap kemungkinan terjadinya perdarahan pascasalin.

  1. Jika perdarahan ringan atau sedang (dimana ibu tidak berada dalam bahaya) tindakan bergantung pada denyut jantung janin (DJJ):

DJJ normal atau tidak terdengar, pecahkan ketuban dengan kokher

  • Jika kontraksi jelek, perbaiki dengan pemberian oksitosin
  • Jika serviks kenyal, tebal, tertutup, lakukan seksio sesarea.

DJJ abnormal (kurang dari 100 atau lebih dari 180x/menit):

  1. Lakukan persalinan pervaginam segera
  2. Jika persalinan pervaginam ridak memungkinkan, akhiri persalinan dengan seksio sesarea.

Prognosis

Solusio plasenta tidak selalu menyebabkan kematian bagi ibu hamil yang mengalaminya. Namun bagaimanapun semua keadaan berikut ini dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, antara lain:

  1. Serviks (leher rahim) yang menutup
  2. Diagnosis dan penanganan solusio plasenta yang terlambat
  3. Perdarahan yang berlebihan, yang mengakibatkan syok
  4. Perdarahan uterus yang tersembunyi selama kehamilan
  5. Tidak adanya tanda-tanda persalinan

Pencegahan

  1. Hindari minuman beralkohol, merokok, atau penggunaan obat-obatan narkotika dan psikotropika selama kehamilan.
  2. Pemeriksaan kehamilan ke dokter atau bidan sejak awal diketahui adanya kehamilan dan secara teratur selama masa kehamilan.
  3. Mengenali dan mengatasi adanya masalah kesehatan pada ibu hamil seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dapat menurunkan risiko terjadinya solusio plasenta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s