Ketuban Pecah Dini

Standar

Prinsip Dasar

  1. Ketuban dinyatakan pecah dini apabila terjadi sebelum proses persalinan berlangsung.
  2. Ketuban pecah dini merupakan masalah penting dalam Obstetri berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur dan terjadinya infeksi khorioamnionitis sampai sepsis.
  3. Ketuban pecah dini disebabkan oleh karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya tekanan intrauterine atau oleh kedua faktor tersebut. Berkurangnya kekuatan membrane disebabkan oleh adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan serviks.
  4. Penanganan ketuban pecah dini memerlukan pertimbangan usia gestasi, adanya infeksi pada komplikasi ibu dan janin, dan adanya tanda-tanda persalinan.  (Sarwono Prawiraharjo, 2001).

Pengertian Ketuban Pecah Dini

Ketuban pecah dini atau Spontaneous / Early-Premature Rupture Of The Membrane (prom) adalah pecahnya ketuban sebelum inpartu yaitu bila pembukaan pada primi kurang dari 3 cm dan pada multipara < 5 cm. bila periode laten terlalu pajang dan ketuban sudah pecah, maka dapat terjadi infeksi yang dapat meninggikan angka kematian ibu dan anak.

Patogenesis

  1. Adanya  hipermotilitas rahim yang sudah lama terjadi sebelum ketuban pecah. Penyakit-penyakit : Pielonefritis, Sistitis, Servisitis, dan Vaginitis terdapat bersama-sama dengan hipermotililtas rahim ini.
  2. Ketuban terlalu tipis (kelainan ketuban)
  3. Infeksi (amnionitas) (Khorioamnionitis)
  4. Faktor-faktor lain merupakan predis posisi adalah: multipara, malposisi, disproporsi, cervik incompeten dll.
  5. Artifisal (ammoniotomi) dimana ketuban dipecahkan terlalu dini.

Keadaan / faktor-faktor yang dihubungkan dengan partus preterm

  1. iatrogenik : hygiene kurang (terutama), tindakan traumatik
  2. maternal : penyakit sistemik, patologi organ reproduksi atau pelvis, pre-eklampsia, trauma, konsumsi alkohol atau obat2 terlarang, infeksi intraamnion subklinik, korioamnionitis klinik, inkompetensia serviks, servisitis/vaginitis akut, KETUBAN PECAH pada usia kehamilan preterm
  3. fetal : malformasi janin, kehamilan multipel, hidrops fetalis, pertumbuhan janin terhambat, gawat janin, kematian janin
  4. cairan amnion : oligohidramnion dengan selaput ketuban utuh, ketuban pecah pada preterm, infeksi intraamnion, korioamnionitis klinik
  5. placenta : solutio placenta, placenta praevia (kehamilan 35 minggu atau lebih), sinus maginalis, chorioangioma, vasa praevia
  6. uterus : malformasi uterus, overdistensi akut, mioma besar, desiduositis, aktifitas uterus idiopatik.

Persalinan preterm (partus prematurus) : persalinan yang terjadi pada usia kehamilan antara 20-37 minggu. Tanda : kontraksi dengan interval kurang dari 5-8’, disertai dengan perubahan serviks progresif, dilatasi serviks nyata 2 cm atau lebih, serta penipisan serviks berlanjut sampai lebih dari 80%.
Insidens rata-rata di rumah sakit besar di Indonesia : 13.3% (10-15%)

Tanda dan Gejala

Tanda yang terjadi adalah keluarnya cairan ketuban merembes melalui vagina.  Aroma air ketuban berbau manis dan tidak seperti bau amoniak, mungkin cairan tersebut masih merembes atau menetes, dengan ciri pucat dan bergaris warna darah. Cairan ini tidak akan berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran. Tetapi bila Anda duduk atau berdiri, kepala janin yang sudah terletak di bawah biasanya “mengganjal” atau “menyumbat” kebocoran untuk sementara.

Demam, bercak vagina yang banyak, nyeri perut, denyut jantung janin bertambah cepat merupakan tanda-tanda infeksi yang terjadi.

Cara menentukan ketuban pecah dini

  1. Adanya  cairan berisi mekoneum, verniks koseso, rambut lanugo dan kadang kala berbau kalau sudah infeksi
  2. Inspekula : lihat dan perhatikan apakah memang air ketuban keluar dari kanalis serisis dan bagian yang sudah pecah.
  3. Lakus (litmus)
  • jadi biru (basa)……….air kertuban
  • jadi merah (asam)……….air kemih (urine)
  1. Pemeriksaan pH forniks posterior pada prom [H adalah basis (air ketuban)
  2. Pemeriksaan hispatologi air (Ketuban)
  3. Abozination dan sitologi air ketuban.

Penilaian Klinik

  1. Tentukan pecahnya selaput ketuban. Di tentukan dengan adanya cairan ketuban dari  vagina, jika tidak ada dapat dicoba dengan gerakan sedikit bagian terbawah janin atau meminta pasien batuk atau mengedan. Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan test lakmus (mitrazin test) merah menjadi biru, membantu dalam menentukan jumlah cairan ketuban dan usia kehamilan, kelainan janin.
  2. Tentukan usia kehamilan, bila perlu dengan USG
  3. Tentukan ada tidaknya infeksi :suhu ibu lebih besar atau sama dengan 38oC, air ketuban yang keluar dan berbau, janin mengalami takhikardi, mungkin mengalami infeksi intrauterine
  4. tentukan tanda-tanda inpartu: kontraksi teratur, periksa dalam dilakukan bila akan dilakukan penanganan aktif (erminasi kehamilan) antara lain untuk menilai skor pelvik.

(ACUAN  PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL DAN NEONATAL)

Strategi pada perawatan antenatal

  1. deteksi faktor risiko
  2. deteksi infeksi secara dini
  3. USG : biometri dan funelisasi
  4. Trimester pertama : deteksi faktor risiko, aktifitas seksual, pH vagina, USG, pemeriksaan Gram, darah rutin, urine
  5. Trimester kedua dan ketiga : hati-hati bila ada keluhan nyeri abdomen, punggung, kram di daerah pelvis seperti sedang haid, perdarahan per vaginam, lendir merah muda, discharge vagina, poliuria, diare, rasa menekan di pelvis
  6. Jika ketuban pecah : jangan sering periksa dalam !! Awasi tanda-tanda komplikasi.

Komplikasi ketuban pecah dini

  1. infeksi intra partum (korioamnionitis) ascendens dari vagina ke intrauterin
  2. persalinan preterm, jika terjadi pada usia kehamilan preterm
  3. prolaps tali pusat, bisa sampai gawat janin dan kematian janin akibat hipoksia (sering terjadi pada presentasi bokong atau letak lintang)
  4. oligohidramnion, bahkan sering partus kering (dry labor) karena air ketuban habis.

Penanganan Ketuban Pecah Dini

  1. Penanganan Ketuban Pecah di Rumah
  • Apabila terdapat rembesan atau aliran cairan dari vagina, segera hubungi dokter atau petugas kesehatan dan bersiaplah untuk ke Rumah Sakit
  • Gunakan pembalut wanita (jangan tampon) untuk penyerapan air yang keluar
  • Daerah vagina sebaiknya sebersih mungkin untuk mencegah infeksi, jangan berhubungan seksual atau mandi berendam
  • Selalu membersihkan dari arah depan ke belakang untuk menghindari infeksi dari dubur
  • Jangan coba melakukan pemeriksaan dalam sendiri
  • Kalau kehamilan sudah aterm dilakukan induksi
  • Kalau anak premature  diusahakan supaya kehamilan dapat berlangsung terus, misalnya dengan istirahat dan pemberian progesteron.
  • Kalau kehamilan masih sangat muda (dibawah 28 minggu) dilakukan induksi
  • Mempertahankan kehamilan supaya bayi lahir (berlangsung +/- 72 jam)
  • Pantau keadaan umum itu, tanda vital dan distress janin/kelainan lainnya pada ibu dan pada janin
  • Observasi ibu terhadap infeksi khorioamnionitis sampai sepsis
  • KIM terhadap ibu dan keluarga, sehingga dapat pengertian bahwa tindakan mendadak mungkin ditambah dengan pertimbangan untuk menyelamatkan ibu dan bayi.
  • Bila tidak terjadi his spontan dalam 24 jam atau terjadi komplikasi lainnya, rujuk ibu segera ke fasilitas yang lebih tinggi.
  1. Penanganan Ketuban Pecah Dini di Klinik
  • Kalau kehamilan sudah aterm dilakukan induksi
  • Kalau anak premature  diusahakan supaya kehamilan dapat berlangsung terus, misalnya dengan istirahat dan pemberian progesteron.
  • Kalau kehamilan masih sangat muda (dibawah 28 minggu) dilakukan induksi
  • Mempertahankan kehamilan supaya bayi lahir (berlangsung +/- 72 jam)
  • Pantau keadaan umum itu, tanda vital dan distress janin/kelainan lainnya pada ibu dan pada janin
  • Observasi ibu terhadap infeksi khorioamnionitis sampai sepsis
  • KIM terhadap ibu dan keluarga, sehingga dapat pengertian bahwa tindakan mendadak mungkin ditambah dengan pertimbangan untuk menyelamatkan ibu dan bayi.
  • Bila tidak terjadi his spontan dalam 24 jam atau terjadi komplikasi lainnya, rujuk ibu segera ke fasilitas yang lebih tinggi.

 

(OBSTETRI PATOLOGI UNPAD)

Penatalaksanaan Konservatif

  1. Rawat di rumah sakit
  2. Berikan antibiotic (ampisilin 4×500 mg dan metronidazol 2×500 mg selama 7 hari).
  3. Jika umur kehamilan kurang dari 32-34 minggu, dirawat selama air kertuban tidak keluar lagi .
  4. Jika usia kehamilan 32-7 minggu belum importu, tidak ada infeksi, tes busa negatif, beri deksametason, obserfasi tanda-tanda infeksi dan kesejahteraan janin. Terminasi pada kehamilan 37 minggu.
  5. Jika usia kehamilan 32-37 minggu, sudah importu, tidak ada infeksi, berikan tokolitik (salbutamol), deksometason dan induksi sesudah 24 jam
  6. Jika usia kehamilan 32-37 minggu, ada infeksi, beri antibiotic dan lakukan induksi
  7. Nilai tanda-tanda infeksi ( suhu, tanda-tanda infeksi intrauteri )
  8. Pada usia kehamilan 32-34 minggu berikan steroid, untuk memacu kematangan paru janin, dan lakukan kemungkinan kadar lesitin dan spingomielin tiap minggu dosis bertambah 12 mg per hari dosis tunggal selama 2 hari, deksamatason IM 5 mg setiap 6 jam sebanyak 4 kali.

Penatalaksanaan Aktif

  1. Kehamilan lebih dari 37 minggu, induksi dengan oksitosin, bila gagal SC dapat pula diberikan misoprostol 50 mg intravaginal tiap 6 jam maksimal 4 kali.
  2. Bila ada tanda-tanda infeksi berikan antibiotika dosis tinggi dan persalinan di akhiri.
  • Bila skor pelvik kurang dari 5, lakukan pematangan serviks, kemudian induksi. Jika tidak berhasil, akhiri persalinan dengan Sc.
  • Bila skor pelvik lebih dari 5, induksi persalinan, partus pervaginam.

 

Tabel Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini

KETUBAN PECAH

LEBIH DARI SAMADENGAN 37 MINGGU

INFEKSI

TIDAK ADA INFEKS

INFEKSI

TIDAK ADA INFEKS

–          Berikan Penisilin, Gentamisin Dan Metronidazol

–          Lahirkan Bayi

  • Amoksilin + Eritromisin untuk 7 hari
  • Steroid untuk pematangan paru
  • Berikan Penisilin Gentanisin Dan Metronizadol
  • Lahirkan Bayi
Lahirkan Bayi Berikan Penisilin  atau Ampicilin

Antibiotika setelah persalinan

Profilaksi

Infeksi

Tidak ada infeks

Stop antibiotika Lanjutkan untuk 24-48 jam setelah bebas panas Tidak perlu antibiotic

( SARWONO PRAWIROHARJO, 2001 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s