Gender dan Kesehatan Reproduksi

Standar

Pemahaman gender dalam kesehatan reproduksi merupakan yang sangat penting untuk diketahui dalam rangka meningkatkan  kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi.

Kesehatan reproduksi bukan hanya menyangkut kehamilan atau yang langsung berkaitan dengan kehamilan. Kesehatan reproduksi adalah keadaan yang memungkinkan proses reproduksi dapat tercapai sacar sehat baik fisik, mental maupun sosial.

Issu Gender dan Penyebabnya

a. Adanya Pernikahan Usia Dini

Remaja saat ini masih ada yang menikah dibawah umur 20 tahun, walaupun Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974 yang menyebutkan usia minimal menikah bagiperempuan adalah 16 tahun dan untuk laki-laki umur 19 tahun.

Pernikahan muda biasanya terjadi pada remaja putri, oleh orang tua dipaksa untuk menikah, hal ini terjadi karena orang tua ingin segera terbebas dari beban ekonomi,kawatir anak tidak mendapatkan jodoh (menjadi perawan tua), atau orang tua inginsegera mendapatkan cucu dan seterusnya, dilain pihak orang tua tidak pernah melaksanakan pada anak laki-laki.

b. Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD/Married By Accident)

Merupakan suatu kehamilan yang oleh karena suatu sebab yang keberadaannya tidak diharapkan. Hal yang menyebabkan terjadinya KTD :

  1. Kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar mengenai proses terjadinya kehamilan serta cara/metode pencegahan kehamilan.
  2. Kurangnya pengetahuan dan pengamalan agama yang konsisten untuk upaya peningkatan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Terjadinya akibat tindak perkosaan, ini terjadi karena adanya pemaksaan fisik dan seksual. Perempuan biasanya yang menjadi korban akibat pemerkosaan, pencabulan, pelecehan seksual, yang dilakukan pria yang sudah dikenal maupun yang belum kenal.
  4. Perempuan dianggap sebagai obyek seksual, karena perempuan menjadi sasaran empuk untuk pemuasan nafsu biologis.
  5. Pornografi yang menampilkan gambar yang tidak senonoh, melalui media elektronik maupun cetak banyak disorot sebagai biang keladi penyebab utama tindak kejahatan seksual karena mempengaruhi dekadensi moral manusia termasuk remaja.

Keadilan Gender memberikan peluang yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai peran di sektor publik, seperti pendidikan yang lebih tinggi, pekerjaan yang layaknya di dominasi laki-laki dan sebagainya, asalkan tidak menyalahi kodrat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, seperti perempuan harus hamil dan melahirkan yang tidak mungkin digantikan perannya kepada laki-laki.

Bila kita meninjau hak-hak kesehatan reproduksi perempuan dalam UU HAM terdiri dari beberapa hak, yaitu :

  1. Hak kesehatan, kesehatan reproduksi dan keluarga berencana
  2. Hak untuk memutuskan jumlah dan jarak kelahiran
  3. Hak untuk hidup, kebebasan dan keamanan
  4. Hak untuk bebas dari diskriminasi gender
  5. Hak untuk tidak dijadikan objek kekerasan, tidak manusiawi, merendahkan atau hukuman
  6. Hak untuk diperlakukan dengan baik dari budaya yang melecehkan perempuan
  7. Hak untuk privacy
  8. Hak untuk menikmati kemajuan ilmu pengetahuan dan menyetujui dan eksperimentasi

Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kesehatan reproduksi

Pemerintah harus turut berperan untuk memberikan barbagai sosialisasi tentang kesehatan reproduksi bagi masyarakat. Khususnya badan koordinasi keluarga berencana nasional (BKKBN) merupakan pilar utama penggerak gender dalam kesehatan reproduksi. Upaya yang dilakukan dapat berupa :

  1. Sosialisasi kesehatan reproduksi remaja. Ini ditujukan bagi kaum remaja  yang sangat rentan terhadap dampak negative akibat perbuatannya baik yang diketahui maupun yang tidak diketahuinya.
  2. Sosialisasi asi eksklusif secara menyeluruh kelapisan masyarakat,
  3. Penyuluhan perawatan pasca persalinan merupakan hal yang rentan munculnya berbagai penyakit infeksi bagi ibu yang baru melahirkan,
  4. Mensosialisasikan gender ke ibu hamil, seringkali ibu hamil oleh sebagian suami suami menganggap urusan hami adalah  tanggung jawab istri sehingga tanpa disadari ibu hamil diberikan  pekerjaan yang tidak seharusnya dilakukan saat mereka hamil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s