Penilaian Berbasis Kompetensi

Standar

A.    Pengertian

Penilaian berbasis kompetensi merupakan teknik evaluasi yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran di sekolah. Teknik dan pelaksanaannya diatur di dalam:

  1. Undang-­Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan

B.     Kompetensi

Kompetensi sering disebut sebagai standar kompetensi, adalah  kemampuan yang secara umum harus dikuasai oleh para lulusan. Spencer dan Spencer (1993) mengklasifikasi kompetensi menjadi tiga bagian:

  1. karakteristik dasar,
  2. hubungan sebab akibat,
  3. acuan kriteria.

Acuan kriteria adalah kompetensi paling kritis yang dapat membedakan kompetensi dengan kinerja tinggi atau rata-rata. Kriteria yang digunakan dalam kompetensi adalah

  1. kinerja superior, yaitu suatu kinerja yang secara statistik berada di atas kinerja rata-rata,
  2. kinerja efektif, yaitu kinerja yang secara statistik berada pada tingkatan minimal yang dapat diterima.

Berdasarkan pengertian dan model kompetensi tersebut, kompetensi dapat dibedakan menjadi dua kategori,

  1. kompetensi dasar, yaitu karakteristik esensial seperti pengetahuan dan keterampilan dasar yang harus dimiliki lulusan agar dapat melaksanakan pekerjaan,
  2. kompetensi pembeda, yaitu faktor-faktor yang membedakan individu dengan kinerja tinggi dan rendah.

C.    Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi Lulusan mengarahkan semua kegiatan pendidikan untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Kompetensi dapat dimaknai sebagai kualifikasi siap, pengetahuan, dan ketrampilan yang harus dikuasai.

SKL merupakan kualifikasi kemampuan yang dibakukan atau ditargetkan yang dapat dilakuan atau ditampilan oleh lulusan suatu jenjang pendidian yang meliputi ranah kognitif,afektif, dan psikomotorik (Depdiknas 2006).

  1. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  2. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lanjut.
  3. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lanjut sesuai dengan kejuruannya.
  4. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlaq mulia, memiliki pengetahuan, ketrampilan, kemandiri dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

D.    Penilaian Berbasis Kompetensi

Penilaian berbasis kompetensi harus ditujukan untuk mengetahui tercapainya kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Bentuk penilaian berbasis kompetensi, yaitu:

  1. Penilaian berbasis kelas, yaitu penilaian yang dilakukan guru dalam rangka proses pembelajaran. Penilaian ini bertujuan untuk menetapkan tingkat pencapaian dan penguasaan peserta didik terhadap tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Penilaian berbasisi kelas dapat dilakukan dalam bentuk pertanyaan lisan di kelas, kuis, ulangan harian, tugas kelompok, ulangan semester dan ulangan kenaikan kelas, laporan kerja praktikum
  2. Tes kemampuan dasar, yaitu tes untuk mengetahui kompetensi dasar peserta didik, terutama dalam membaca, menulis dan berhitung. Tes ini dilakukan untuk perbaikan program pembelajaran (program remedial)
  3. Ujian berbasisi sekolah, dilakukan pada akhir jenjang sekolah untuk mendapatkan ijazah atau sertifikat.
  4. Benchemarking, merupakan penilaian terhadap suatu pekerjaan, proses, performence, untuk menentukan tingkat keunggulan dan keberhasilan. Penilaian ini dilakukan untuk menentukan pringkat kelas, menentukan klasifikasi kelas di suatu sekolah
  5. Penilaian portofolio, berisi kumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu

E.     Tujuan Penilaian

1.      Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu.

2.      Menentukan kebutuhan pembelajar

3.      Membantu dan mendorong siswa

4.      Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik

5.      Menentukan strategi pembelajaran

6.      Akuntabilitas lembaga

7.     Meningkatkan kualitas pendidikan

F.     Indikator Penilaian

Indikator penilaian menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan dengan indikator (indikator pencapaian kompetensi). Rumusan indikator penilaian memiliki batasan-batasan tertentu sehingga dapat dikembangkan menjadi instrumen penilaian dalam bentuk soal, lembar pengamatan, dan atau penilaian hasil karya atau produk, termasuk penilaian diri.
Sistem ujian berbasis kompetensi yang direncanakan adalah sistem ujian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua komponen indikator dibuat soal, hasilnya dianalisis untuk menetukan kompetensi yang telah dimiliki dan yang belum serta kesulitan peserta didik. Untuk itu digunakan berbagai bentuk tes, yaitu tes lisan, tertulis (bentuk uraian, pilihan ganda, jawaban singkat, isian, menjodohkan, benar-salah), dan tes perbuatan yang meliputi: kinerja (performance), penugasan (projek) dan hasil karya (produk), maupun penilaian non-tes contohnya seperti penilaian sikap,  minat, motivasi, penilaian diri, portfolio, life skill. Tes perbuatan dan penilaian non tes dilakukan melalui  pengamatan (observasi).

Bahan ujian yang akan digunakan hendaknya memenuhi dua kriteria dasar berikut ini.

  1. adanya kesesuaian materi yang diujikan dan target kompetensi yang harus dicapai melalui materi yang diajarkan.
  2. bahan ulangan/ujian hendaknya menghasilkan informasi atau data yang dapat dijadikan landasan bagi pengembangan standar sekolah, standar wilayah, atau standar nasional melalui penilaian hasil proses belajar-mengajar.

Bahan ujian atau soal yang bermutu dapat membantu pendidik  meningkatkan pembelajaran dan memberikan informasi dengan tepat tentang peserta didik mana yang belum atau sudah mencapai kompetensi.

Linn dan Gronlund (1995) menyatakan bahwa tes yang baik harus memenuhi tiga karakteristik, yaitu: validitas, reliabilitas, dan usabilitas. Validitas artinya ketepatan interpretasi hasil prosedur pengukuran, reliabilitas artinya konsistensi hasil pengukuran, dan usabilitas artinya praktis prosedurnya.

Messick (1993) menyatakan bahwa validitas secara tradisional terdiri dari:

  1. validitas isi, yaitu ketepatan materi yang diukur dalam tes;
  2. validitas criterion-related, yaitu membandingkan tes dengan satu atau lebih variabel atau kriteria,
  3. valitidas prediktif, yaitu ketepatan hasil pengukuran dengan alat lain yang dilakukan kemudian;
  4. validitas serentak (concurrent), yaitu ketepatan hasil pengukuran dengan dua alat ukur lainnya yang dilakukan secara serentak;
  5. validitas konstruk, yaitu ketepatan konstruksi teoretis yang mendasari disusunnya tes.

Nitko (1999) dan Popham (1995) menyatakan bahwa reliabilitas berhubungan dengan konsistensi hasil pengukuran. Untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes perlu dilakukan analisis butir soal. Kegunaan analisis butir soal di antaranya adalah:

  1. dapat membantu para pengguna tes dalam evaluasi atas tes yang diterbitkan,
  2. sangat relevan bagi penyusunan tes informal dan lokal seperti kuis, ulangan yang disiapkan guru untuk peserta didik di kelas,
  3. mendukung penulisan butir soal yang efektif,
  4. secara materi dapat memperbaiki tes di kelas,
  5. meningkatkan validitas soal dan reliabilitas
  1. Ciri – ciri Penilaian Berbasis Kompetensi

Penilaian berbasis kompetensi memiliki ciri – ciri sebagai berikut:

  1. Harus memenuhi prinsip – prinsip dasar penilaian
  2. Harus menggunakan acuan dan patokan belajar tuntas
  3. Berorientasi pada kompetensi
  4. Terintegrasi dengan proses pembelajaran
  5. Dilakukan oleh guru dan siswa.

G. Prinsip –prinsip Penilaian Berbasis Kompetensi

Dalam proses pelaksanaan evaluasi dengan sistem penilaian berbasis kompetensi terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya yaitu :

1. Valid

Penilaian berbasis kompetensi harus mengukur apa yang seharusnya diukur dengan menggunakan alat yang dapat dipercaya dan sahih.

2. Keterbukaan

Penilaian berbasis kompetensi adalah penilaian yang dilaksanakan secara terbuka, artinya guru sebagai evaluator bukan hanya berperan sebagai orang yang memberi nilai atau kritik, akan tetapi siswa yang dievaluasi perlu memahami mengapa kritik itu muncul, oleh sebab itu guru harus terbuka melalui argumentasi yang tepat dalam setiap memberikan penilaian.

3. Adil dan Obyektif

Penilaian harus adil terhadap semua siswa dan tidak membeda-bedakan latar belakang siswa.

4. Mendidik

Penilaian harus memberi sumbangan yang positif terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Penilaian ini dapat dirasakan sebagai penghargaan yang memotivasi bagi siswa yang berhasil dan sebagai pemicu semangat bagi siswa yang kurang berhasil.

5. Berkesinambungan

Penilaian dilakukan secara berencana, bertahap, teratur, terus-menerus dan berkesinambungan untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan kemajuan belajar siswa.

6. Bermakna

Penilaian hendaknya mudah dipahami dan mudah ditindak lanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

7. Berorientasi pada Proses dan Hasil

Penilaian berbasis kompetensi bertumpu pada dua sisi yang sama pentingnya, yakni sisi proses dan hasil belajar secara seimbang. Penilaian berbasis kompetensi  mengikuti setiap aspek perkembangan siswa, bagaimana cara belajar siswa, bagaimana motivasi belajar, sikap, minat, kebiasaan, dan lain sebagainya dan pada akhirnya menilai bagaimana hasil belajar yang diperoleh siswa.

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s