Zat Besi

Standar

a. Pengertian

Zat besi (Fe) adalah elemen metalik dan konstituen molekul hemoglobin yang diperlukan untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui darah.
Absorpsi Fe melibatkan vitamin C dan sedikit asam folat. Teori menyebutkan bahwa konsentrasi hemoglobin (Hb) dalam darah harus meningkat 2 g/100 mL atau 20 g/L selama 3-4 minggu pemberian suplemen.

b. Penghambat penyerapan zat besi
1) Kafein, terkandung dalam cokelat, kopi, softdrink, dll.
2) Fosfat, terdapat dalam minuman bersoda, permen jenis tertentu, es krim, daging olahan.
3) Polifenol atau fitat, seperti dalam selai kacang, teh, kopi, jus anggur, anggur merah, oregano.
4) Kalsium, terdapat dalam susu, keju, dll.
5) Peptida yang ada dalam kedelai dan produk olahannya.
6) Obat-obatan jenis aspirin dan antasida.
7) Sereal tinggi serat yang tidak diperkaya zat besi.

c. Senyawa Fe lainnya
1) FEFOL Spansules (Celltech Pharmaceuticals Ltd) – fero sulfat 150 mg dan asam folat 500 µg. kapsul (jernih/hijau dengan pil coklat, kuning, dan putih), diminum satu kapsul setiap hari.
2) Ppregaday (Celltech Pharmaceuticals Ltd) – tablet fero fumarat (100 mg Fe) dan asam folat (350 µg) tablet berwarna coklat, diminum satu tablet per hari
3) Terapi zat besi adalah bentuk obat yang paling banyak diresepkan untuk wanita hamil. Umumnya terapi besi dimulai selama kehamilan trimester kedua, ketika mual telah atau agak mereda. Efek yang tidak diinginkan dari terapi besi adalah iritasi lambung, mual, muntah, diare, dan konstipasi.

d. Tablet zat besi
Tablet sulfas ferosus yang dikeringkan merupakan preparat yang paling sering diberikan di Inggris (UK) karena teblet ini dianggap sama efektifnya seperti produk lainnya dan juga lebih murah. Tablet fero fumarat mengandung zat besi dengan proporsi yang sama dan mungkin memberikan efek sampng yang lebih sedikit. Tablet fero glukonas mengandung zat besi dengan jumlah yang lebih sedikit dan akibatnya lebih jarang menimbulkan efek saping gastrointestinal (Malseed et al, 1995 dalam Sue Jordan, 2003)

Dianjurkan minum preparat besi segera setelah makan, dan setelah memakan jenis makanan yang memaksimalkan penyerapan [misalnya, makanan yang mengandung daging, asam folat, dan vitamin C (keduanya banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau)]. Kandungan asam askorbat dalam vitamin C bisa meningkatkan penyerapan zat besi dan vitamin ini juga berperan sebagai  reducing agent yang mengubah bentuk feri menjadi fero dan chelating agent yang mengikat besi sehingga daya larut besi meningkat (Allen & Sabel 2001 dalam jurnal IPB). Asam folat membantu pembentukan sel-sel darah merah. Sebaliknya, kalsium menekan absorpsi besi, untuk itu tidak boleh diminum bersama susu. Karena kemungkinan masih ada rasa mual pada pagi hari, sebaiknya preparat besi diminum setelah makan siang atau sebelum tidur malam untuk mengurangi efek mual.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s