Menstruasi

Standar

A. Pengertian Menstruasi
1) Haid ialah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium. (Wiknjosastro, 2005)
2) Menstruasi (haid) adalah keluarnya lapisan desidua (supervisial) endometrium disertai pengeluaran darah (Coad, 2006).
3) Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim endometrium yang disertai dengan perdarahan yang terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan (Aulia, 2009)

B. Fisiologi Menstruasi
Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur dari salah satu ovariumnya. Bila sel telur ini tidak mengalami pembuahan maka akan terjadi perdarahan (menstruasi). Menstruasi terjadi secara periodik, satu bulan sekali hingga ovum tidak dilepaskan lagi karena habis tereduksi yang menyebabkan menstruasi terhenti (menopause). Siklus menstruasi biasanya dimulai pada wanita muda umur 12-15 tahun(menarche) yang terus berlanjut sampai umur 45-50 tahun (menopause) (Proverawati, 2009). Menstruasi merupakan hasil interaksi menyeluruh antara hypothalamus, kelenjar pituitary yang berada di bawah otak, ovarium dan lapisan uterus (Aulia, 2009)
Selain estrogen dan progesteron, hormon-hormon yang berpengaruh terhadap terjadinya proses menstruasi yaitu hormon perangsang folikel (FSH), berfungsi merangsang folikel primordial yang dalam perjalanannya mengeluarkan hormon estrogen untuk pertumbuhan tanda seks sekunder wanita, dan luteinizing hormon yang berfungsi merangsang indung telur (Manuaba, 2009).
Pada proses menstruasi dengan ovulasi, hormon estrogen yang dikeluarkan makin meningkat yang menyebabkan lapisan dalam rahim mengalami pertumbuhan dan perkembangan (fase proliferasi). Peningkatan estrogen ini menekan pengeluaran hormon perangsang folikel (FSH), tetapi merangsang hormon lituenizing (LH) sehingga dapat merangsang folikel Graaf untuk melepaskan telur (ovulasi). Telur ini akan ditangkap oleh rumbai pada tuba fallopii, dan dibungkus oleh korona radiata. Folikel Graaf yang mengalami ovulasi menjadi korpus rubrum dan segera menjadi korpus luteum dan mengeluarkan dua macam hormon indung telur yaitu estrogen dan progesteron.
Hormon estrogen menyebabkan lapisan dalam rahim (endometrium) berkembang dan tumbuh dalam bentuk proliferasi, setelah dirangsang oleh korpus luteum mengeluarkan estrogen dan progesteron lapisan dalam rahim berubah menjadi fase sekresi. Bila tidak terjadi pertemuan antara spermatozoa dan ovum, korpus luteum mengalami kematian. Kematian korpus luteum menyebabkan lapisan dalam rahim tidak dapat dipertahankan karena estrogen dan progesteron menghilang. Berkurang dan menghilangnya estrogen dan progesteron menyebabkan terjadinya fase vasokonstriksi (pengerutan) pembuluh darah sehingga lapisan dalam rahim kekurangan aliran darah. Selanjutnya diikuti dengan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan pelepasan darah dalam bentuk perdarahan yang disebut “menstruasi”. (Manuaba, 2009)

C. Siklus Menstruasi
Panjang siklus haid ialah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan mulainya haid berikutnya. Panjang siklus haid yang normal atau dianggap sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas, bukan saja antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Rata-rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25,1 hari, pada wanita usia 43 tahun 27,1 hari, dan pada wanita usia 55 tahun 51,9 hari. Jadi, sebenarnya panjang siklus haid 28 hari itu tidak sering dijumpai. (Wiknjosastro, 2005)
Siklus menstruasi dibagi atas empat fase.
1) Fase menstruasi
Yaitu, luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon seks. Hali ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.
2) Fase praovulasi
Yaitu, masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 sampai 13.
3) Fase ovulasi
Yaitu, keluarnya ovum matang dari ovarium atau yang biasa disebut masa subur. Bila siklusnya tepat waktu, maka akan terjadi pada hari ke-14 dari peristiwa menstruasi tersebut.
4) Fase pascaovulasi
Yaitu, masa kemunduran ovum bila tidak terjadi fertilisasi. Pada tahap ini, terjadi kenaikan produksi progesteron sehingga endometrium menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. Jika tidak terjadi fertilisasi, maka hormon seks dalam tubuh akan berulang dan terjadi fase menstruasi kembali.

D. Tanda dan Gejala Menstruasi
Berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala yang dapat terjadi pada saat masa menstruasi:
1) Perut terasa mulas, mual dan panas.
2) Terasa nyeri saat buang air kecil.
3) Tubuh tidak fit.
4) Demam.
5) Sakit kepala dan pusing.
6) Keputihan.
7) Radang pada vagina.
8) Gatal-gatal pada kulit.
9) Emosi meningkat.
10) Nyeri dan bengkak pada payudara.
11) bau badan tak sedap.

E. Gangguan Menstruasi
Banyak wanita yang mengalami nyeri sebelum menstruasi atau haid. Ada yang pusing, mual, pegal-pegal, sakit perut, bahkan ada yang sampai pingsan. Sakit perut yang dirasakan sebenarnya disebabkan oleh kontraksi rahim untuk mengeluarkan endometrium yang juga dipengaruhi oleh hormon prostaglandin. Kita juga merasa tidak enak karena hormon estrogen dan progesteron mengalami kekacauan keseimbangan menjelang menstruasi. Jika sakitnya masih bisa ditahan, itu masih bisa disebut normal. Namun jika sampai pingsan atau sakit yang luar biasa, hingga sampai mengganggu aktivitas kita, itu patut dicurigai dan harus segera periksa ke dokter.
Gangguan dan kelainan menstruasi sebenarnya ada bermacam-macam, tetapi yang lebih sering terjadi pada wanita saat menstruasi adalah nyeri haid (dismenorrheae).
Pada saat menstruasi, perempuan kadang mengalami nyeri. Sifat dan tingkat rasa nyeri bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Untuk yang berat, lazim disebut dismenorrheae. Keadaan nyeri yang hebat itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Nyeri haid ada dua macam :
1) Nyeri haid primer, timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, tepatnya setelah stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Nyeri haid itu normal, namun dapat berlebihan jika dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik, dan seperti stres, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala tersebut tidak membahayakan kesehatan.
2) Nyeri haid sekunder, biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, kelainan kedudukan rahim yang mengganggu organ dan jaringan di sekitarnya.

F. Penanggulangan
Saat menstruasi, rasa nyeri akibat kram menstruasi seringkali datang. Bisa hanya samar-samar atau sangat nyeri. Kondisi ini memang sedikit menggangu saat menstruasi. Kondisi yang dalam istilah medisnya disebut dysmenorrhea ini biasanya terjadi di perut bagian bawah.Untuk mengurangi nyeri saat haid, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:
1) Perbanyak asupan cairan untuk menghindari dehidrasi. Kekurangan cairan akan membuat nyerinya semakin terasa. Usahakan untuk minum air hangat untuk meningkatkan aliran darah ke daerah panggul.
2) Membuat ramuan jahe. Caranya, rebus beberapa potong jahe yang telah dimemarkan dalam air lalu minumlah air jahe dalam keadaan hangat.
3) Tempatkan handuk hangat di sekitar perut bagian bawah. Ini cara yang cukup mudah untuk menghilangkan nyeri sementara waktu.
4) Hindari meminum minuman yang mengandung kafein karena bisa memicu iritasi pada usus halus.
5) Meminum teh beraroma mint. Lebih baik jika diminum dalam keadaan hangat.
6) Melakukan peregangan pada pagi hari dapat melancarkan peredaran darah dan sekaligus mengurangi rasa nyeri.

G. Personal Hygiene Saat menstruasi
Berikut ini beberapa tips menjaga kebersihan saat haid :
1) Bersihkan dengan air dari depan ke belakang
2) Jangan sekali-kali menyiram dari belakang ke depan atau dengan tangan yang telah menyentuh lubang dubur karena banyak mengandung kuman.
3) Ganti pembalut 3 kali sehari, gunakan pembalut berbahan yang lembut, menyerap dengan baik, tidak mengandung bahan yang bisa membuat alergi (misalnya parfum atau gel) dan merekat dengan baik pada celana dalam, atau sesuai kebutuhan,
4) Jangan memakai pembalut yang sama dalam waktu yang lama.
h. Pola Makan Saat Menstruasi
Pola makan diyakini membawa pengaruh pada siklus haid. Selain pentingnya pemilihan kandungan nutrisi dan asupan gizi, pola makan yang teratur memberikan banyak keuntungan serta kebaikan kepada tubuh secara menyeluruh ketika haid maupun tidak ketika haid.
Terpenting diatas segalanya adalah asupan nutrisi dan gizi. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kalenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s