Kehamilan

Standar

A. Pengertian
Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.

B. Proses Kehamilan
Setelah ovum dikeluarkan dari folikel deGraf matang di ovarium, maka folikel ini akan berubah menjadi korpus luteum yang berperan dalam siklus menstruasi da mengaami degenerasi setelah terjadinya menstruasi. Bila ovum dibuahi oleh spermatozoa maka korpus luteum akan dipertahankan oleh korionik gonadotropin yang dihasilkan oleh sinsisiotrofoblas disekitar blastosis menjadi korpus luteum kehamilan.
Progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum sangat diperlukan untuk menyiapkan proses implantasi di dinding uterus dan proses kehamilan dalam trimester pertama sebelum nantinya fungsi ini diambil alih oleh plasenta pada trimester kedua. Progesteron yang dihasilkan dari korpus luteum juga menyebabkan peningkatan suhu tubuh basal yang terjadi setelah ovulasi akan tetap bertahan. Kehamilan menyebabkan dinding dalam uterus (endometrium) tidak dilepaskan sehingga amenore atau tidak datangnya haid dianggap sebagai tanda kehamilan
Konsentrasi tinggi estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh plasenta menimbulkan perubahan pada payudara, pigmentasi kulit dan pembesaran uterus. Adanya chorionic gonadotropin (hCG) digunakan sebagai dasar uji imunologik kehamilan. Korionik somatropin dengan muatan laktogenik akan merangsang pertumbuhan kelenjar susu di dalam payudara dan berbagai perubahan metabolik yang mengiringinya.

C. Komponen Kehamilan
1) Plasenta
Plasenta terbentuk secara lengkap dan dapat berfungsi sempurna sejak 10 minggu setelah fertilisasi. Pada tahap awalnya, struktur plasenta relatif longgar, tetapi semakin matur plasenta tersebut, semakin padat strukturnya. Diantara usia gestasi 12-20 minggu, plasenta lebih berat dari janin karena perkembangan organ janin belum sempurna untuk mengatasi metabolisme proses nutrisi.
a) Fungsi plasenta matur
(1) Respirasi. Selama kehidupan intrauterin, tidak terjadi pertukaran gas pulmonal, sehingga janin harus mendapatkan oksigen dan mengekskresikan karbon dioksida melalui plasenta. Oksigen dari hemoglobin ibu masuk ke dalam darah janin dengan cara difusi sederhana dan dengan cara yang sama janin melepaskan karbon dioksida ke dalam darah maternal.
(2) Nutrisi. Janin membutuhkan nutrisi yang sama dengan orang lain dan memperolehnya dengan cara transfer aktif melalui plasenta. Makanan bagi janin diperoleh dari makanan yang dimakan ibu dan sudah dipecah menjadi bentuk yang lebih sederhana sampai saatnya mencapai plasenta. Plasenta dapat memilih zat yang dibutuhkan oleh janin, bahkan dapat mendeplesi suplai yang dimiliki ibu dalam beberapa hal. Plasenta juga dapat memecah nutrisi kompleks menjadi senyawa yang dapat digunakan oleh janin.
(3) Penyimpanan. Plasenta memetabolisme glukosa, menyimpannya dalam bentuk glikogen, dan mengubahnya kembali menjadi glukosa sesuai kebutuhan. Plasenta juga dapat menyimpan zat besi dan vitamin yang larut dalam lemak.
(4) Ekskresi. Zat utama yang diekskresikan dari janin adalah karbondioksida. Bilirubin juga diekskresikan karena sel darah merah diganti relatif sering.
(5) Perlindungan. Plasenta memberikan barier yang terbataas terhadap infeksi, kecuali triponema sifilis dan basilus tuberkel, hanya sedikit bakteri yang dapat menembusnya. Namun demikian, virus dapat dengan bebas menembus plasenta dan menyebabkan abnormalitas kongenital, seperti pada kasus virus rubela.
Menjelang akhir kehamilan, antibodi yang kecil, imunoglobulin G (IgG) akan ditransfer ke janin dan akan memberikan imunitas kepada bayi selama 3 bulan pertama kelahiran. Penting untuk diketahui bahwa hanya antibodi yang dimiliki oleh ibu yang dapat masuk menembus plasenta dan diberikan ke janin.
b) Tampilan plasenta cukup bulan.
Plasenta adalah massa berbentuk bulat, datar, dengan diameter sekitar 20 cm dan ketebalan 2,5 cm di bagian pusat. Beratnya sekitar seperenam berat bayi cukup bulan meskipun perbandingan ini dapat dipengaruhi oleh waktu tali pusat diklem karena jumlah darah janin yang bervariasi yang tertahan di dalam pembuluh darah.
Darah maternal menyebabkan permukaan plasenta tampak merah tua dan memisahkan sebagian desidua basalis. Permukaan plasenta teragi menjadi 20 lobus, yang dipisahkan oleh sulkus (alur), tempat desidua masuk untuk membentuk septum (dinding).
Amnion yang menutupi permukaan fetal pada plasenta menyebabkan plasenta berwarna putih dan berkilat. Amnion itu sendiri adalah membran yang halus, kuat, dan tembus cahaya yang berasal dari massa sel dalam.

2) Cairan Amnion.
a) Fungsi Cairan Amnion
(1) Mendistensi kantong amnion.
(2) Memungkinkan janin bertumbuh dan bergerak bebas, menyeimbangkan tekanan, dan melindungi janin dari benturan dan cedera.
(3) Mempertahankan suhu yang konstan untuk janin dan memberi sedikit nutrisi.
(4) Pada persalinan, selama membran tetap utuh, cairan amnion melindungi plasenta dan tali pusat dari tekanan kontraksi uterus.
b) Asal Cairan Amnion
Cairan amnion dianggap berasal dari janin dan ibu. Cairan ini disekresi oleh amnion, terutama bagian yang menutupi plasenta dan tali pusat. Sebagian cairan berasal dari pembuluh darah maternal pada desidua dan sebagian lagi dari pembuluh darah janin di plasenta. Urine janin juga mempengaruhi volume cairan amnion sejak sia gestasi 10 minggu.
c) Volume Cairan Amnion.
Jumlah total cairan amnion meningkat selama kehamilan sampai usia gestasi 38 minggu adalah sekitar 1 liter. Jamlah ini kemudian akan berkurang secara perlahan-lahan sampai cukup bulan, sisanya sekitar 800 mL. namum demikian, terdapat banyak variasi dalam jumlah cairan amnion. Bila jumlah totalnya melebihi 1500 mL, kondisi ini disebut polihidramnion, dan bila kurang dari 300 mL, disebut oligohidramnion. Abnormalitas semacam ini sering berkaitan dengan malformasi kongenital janin.
d) Komponen Cairan Amnion.
Cairan amnion adalah cairan berwarna kuning jerami yang pucat dan jernih yang mengandung 99% air. Sisanya 1% adalah materi padat terlarut yang mencakup makanan dan produk zat sisa. Selain itu, janin melepaskan sel kulit, verniks kaseosa, dan lanugo kedalam cairan ini. Komponen abnormal dari cairan amnion ini seperti, mekonium pada kasus gawat janin, memberikan informasi diagnostik yang berarti tentang kondisi janin.

3) Tali Pusat.
Tali pusat atau funis memanjang mulai dari janin sampai plasenta dan berisi pembuluh darah umbilikalis: dua arteri dan satu vena. Pembuluh darah tersebut diselubungi dan dilindungi oleh jeli wharton, zat gelatin yang terbentuk dari mesoderm.
Panjang tali pusat rata-rata adalah 50 cm, hal ini cukup untuk memungkinkan kelahiran bayi tanpa menarik plasenta. Tali pusat dianggap pendek jika berukuran kurang dari 40 cm. tidak ada kesepakatan spesifik tentang tali pusat yang terlalu panjang, tetapi kerugian dari tali pusat yang sangat panjang adalah dapat melilit leher atau tubuh janin atau membentuk simpul; kedua hal tersebut dapat menyebabkan oklusi pembuluh darah, terutama selama persalinan.

4) Janin.
Selama tiga minggu pertama setelah konsepsi, digunakan istilah ovum yang mengalami fertilisasi atau zigot. Dari 3-8 minggu setelah konsepsi disebut sebagai embrio, dan setelahnya disebut janin hingga lahir.
Perkembangan janin pada trimester kedua yaitu:
a) 12-16 minggu : perkembangan rangka terjadi dengan cepat-terlihat pada sinar X, terdapat mekonium di dalam usus, muncul lanugo, fusi septum nasal dan palatum.
b) 16-20 minggu : quickening-ibu merasakan gerakan janin, jantung janin terdengar pada auskultasi, verniks kaseosa dapat terlihat, kuku jari dapat terlihat, sel kulit mulai diperbarui.
c) 20-24 minggu : sebagian besar organ mulai dapat berfungsi, periode tidur dan aktivitas, berespons terhadap suara, kulit berwarna merah dan keriput.
d) 24-28 minggu : dapat bertahan hidup jika lahir, kelopak mata kembali terbuka, pergerakan pernapasan.

D. Perhitungan Tanggal Persalinan
Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Perhitungan tanggal taksiran persalinan bisa dilakukan pada wanita dengan siklus menstruasi + 28 hari dengan cara hari pertama menstruasi terakhir dikurangi 3 bulan ditambah 7 hari, atau hari pertama menstruasi terakhir ditambah 281 hari (Naegele).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s