Asuhan Antenatal

Standar

a. Pengertian
Asuhan antenatal adalah asuhan yang diberikan kepada ibu hamil sejak konfirmasi konsepsi hingga awal persalinan. Diperlukan pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali perubahan fisiologik yang terkait dengan proses kehamilan untuk melakukan asuhan antenatal yang baik. Perubahan tersebut mencakup perubahan produksi dan pengaruh hormonal serta perubahan anatoik dan fisiologik selama kehamilan. Pengenalan dan pemahaman tentang perubahan fisiologik tersebut menjadi modal dasar dalam mengenali kondisi patologik yang dapat status kesehatan ibu ataupun bayi yang dikandungnya. Bidan akan menggunakan pendekataan yang berpusat pada ibu dalam memberikan asuhan kepada ibu dan keluarganya dengan berbagai informasi.

b. Pola Asuhan Antenatal
Pola asuhan antenatal tidak mengalami perubahan selama lebih dari 50 tahun. Asuhan ini mengikuti pola tradisional, yaitu memeriksakan diri sebulan sekali hingga usia kehamilan 28 minggu, kemudian dua minggu sekali hingga usia kehamilan 36 minggu, dan seminggu sekali hingga bayi lahir.

c. Tujuan Kunjungan Antenatal
Tujuan asuhan antenatal adalah memantau perkembangan kehamilan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan perkembangan janin normal.
Tujuan pelayanan antenatal menurut (Mufdlilah, 2009: 7) yaitu :
1) Mempromosikan dan menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi degan memberikan pendidikan gizi, kebersihan diri dan proses kelahiran bayi.
2) Mendeteksi dan menatalaksana komplikasi mdis, bedah ataupun obstetri selama kehamilan.
3) Mengembangkan persiapan persalinan serta rencana kesiagaan menghadapi komplikasi
4) Membantu menyiapkan ibu untuk menyusui dengan sukses, menjalankan puerperium normal, dan merawat anak secara fisik, psikologis dan sosial.
d. Standar Pelayanan Antenatal
Standar pelayanan antenatal yang berkualitas ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI (2003) meliputi :
1) Memberikan pelayanan kepada ibu hamil minimal empat kali, satu kali pada trimester I, satu kali pada trimester II, dan 2 kali pada trimester III untuk memantau keadaan ibu dan janin dengan seksama.
2) Melakukan penimbangan berat badan ibu hamil dan pengukuran lingkar lengan atas.
3) Penimbangan berat badan dan pengukuran tekanan dan harus dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap terjadinya tiga gejala preeklamsi.
4) Pengukuran TFU dilakukan secara rutin dengan tujuan mendeteksi secara dini terhadap berat badan janin.
5) Melaksanakan palpasi abdominal setiap kunjungan untuk mengetahui usia kehamilan, letak, bagian terendah, letak punggung, menentukan janin tunggal atau kembar, dan mendengarkan denyut jantung janin untuk menentukan asuhan selanjutnya.
6) Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) kepada ibu hamil sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 4 minggu.
7) Pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk pemeriksaan ibu hamil dengan anemia sehingga dapat ditentukan pengobatan selanjutnya.
8) Memberikan tablet zat besi, 90 tablet selama tiga bulan, diminum setiap hari.
9) Pemeriksaan urin jika ada indikasi.
10) Memberikan penyuluhan tentang perawatan diri selama hamil, perawatan payudara, gizi ibu selama hamil, tanda bahaya pada kehamilan dan pada janin.
11) Bicarakan tentang persalinan kepada ibu hamil, suami, keluarga pada trimester III.
12) Tersedianya alat-alat pelayanan kehamilan dalam keadaan baik dan dapat digunakan.

Standar pelayanan antenatal menurut Departemen Kesehatan RI (2003) ada 6, yaitu :
1) Identifikasi ibu hamil.
Bidan secara berkala berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan motivasi ibu, suami, dan keluarga agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini secara teratur.
2) Pemantauan dan pelayanan antenatal
Bidan memberikan sedikitnya empat kali pelayanan antenatal.
3) Palpasi abdominal
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan, memeriksa posisi, bagian terendah janin, untuk menentukan kelainan serta melakukan rujukan tepat waktu.
4) Pengelolaan anemia pada kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5) Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi, serta mengambil tindakan yang tepat untuk merujuk.
6) Persiapan persalinan
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami, serta keluarganya pada trimester III, untuk memastikan persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasanan yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s