Nutrisi Bagi Ibu Hamil

Standar

Seorang ibu harus segera memikirkan makanan apa yang harus dikonsumsi ketika ia pertama kali mengetahui bahwa dirinya hamil. Mulai dari masa pembentukan janin hingga kelahiran, seluruh bagian tubuh bayi (tulang, otot, organ, sel darah, kulit, dan jaringan lainnya) dibuat dari zat gizi yang dikonsumsi oleh sang ibu. Jumlah kebutuhan gizi selama hamil dan menyusui lebih banyak dari kebutuhan gizi ketika kondisi normal. Untuk dapat memenuhi kebutuhan zat gizi selama hamil, seorang ibu harus cermat dalam mengatur pola makan dan memilih makanan yang akan dikonsumsi. Aturan umum yang sebaiknya dijalankan oleh ibu hamil adalah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, jangan melewati waktu makan, minum air dalam jumlah cukup, dan menghindari kafein.

Zat gizi yang berasal dari makanan yang anda konsumsi berperan penting untuk pertumbuhan janin, bahkan zat gizi yang anda konsumsi sebelum hamil. Sebelum anda hamil, sangat penting untuk mengkonsumsi asam folat dalam jumlah cukup. Asam folat yang dikonsumsi satu bulan sebelum hamil dan kemudian diteruskan dikonsumsi selama trimester pertama sangat baik untuk kesehatan bayi  dalam mencegah terjadinya cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.

Seiring pertambahan usia kandungan, maka kebutuhan gizi ibu hamil akan meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung pesat – terutama perkembangan otak dan susunan syaraf — dan membutuhkan asupan gizi yang optimal.

 

Nutrisi yang diperlukan adalah:

  1. Karbohidrat dan lemak

Digunakan sebagai sumber zat tenaga. Untuk menghasilkan kalori dapat diperoleh dari serealia, umbi-umbian.

  1. Protein

Protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari daging, ikan, telur, tempe, tahu, dan dan kacang-kacangan.

  1. Mineral

Mineral sebagai zat pengatur dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur – sayuran.

  1. Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal. Dapat dijumpai pada serealia, biji – bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu.

  1. Tiamin (vitamin B1), Riboflavin (B2) dan Niasin (B3)
    Deretan vitamin ini akan membantu enzim untuk mengatur metabolisma sistem pernafasan dan energi. Ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi Tiamin sekitar 1,2 miligram per hari, Riboflavin sekitar 1,2 miligram perhari dan Niasin 11 miligram perhari. Ketiga vitamin B ini bisa Anda konsumsi dari keju, susu, kacang-kacangan, hati dan telur.
  2. Vitamin B6 (Piridoksin)

Vitamin ini dibutuhan untuk menjalankan lebih dari 100 reaksi kimia di dalam tubuh yang melibatkan enzim. Selain membantu metabolisme asam amino,karbohidrat, lemak dan pembentukan sel darah merah, juga berperan dalam pembentukan neurotransmitter (senyawa kimia penghantar pesan antar sel saraf). Semakin berkembang otak janin, semakin meningkat pula kemampuan untuk mengantarkan pesan.

  1. Vitamin B12

Vitamin B12 merupakan zat gizi penting untuk perkembangan syaraf dan fungsi otak janin. Beberapa sumber vitamin B12 adalah daging, ikan, telur, produk olahan susu.

  1. Vitamin D

Vitamin ini berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi Anda. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur, margarine  dan susu.

  1. Vitamin E

Vitamin ini berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Makanlah lembaga biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.

  1. Asam folat

Asam folat berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli. Pada buah-buahan, asam folat terdapat dalam jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada susunan saraf pusat maupun otak janin.

  1. Zat besi

Zat Basi yang dibutuhkan ibu hamil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), ikan cumi, udang, tahu, tempe, oncom, kacang kedelai, daging dan hati.

  1. Kalsium,

Kalsium  diperlukan untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin, serta melindungi ibu hamil dari osteoporosis Jika kebutuhan kalsium ibu hamil tidak tercukupi, maka kekurangan kalsium akan diambil dari tulang ibu. Sumber kalsium yang lain adalah sayuran hijau, kacang-kacangan, pisang, apel, sumsum tulang, dan ikan teri. Saat ini kalsium paling baik diperoleh dari susu serta produk olahannya. Susu juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A, D, B2, B3, dan vitamin C.

 

  1. Magnesium
    Magnesium merupakan zat gizi lainnya yang berperan dalam membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Kekurangan magnesium akan menyebabkan preeklamsia, bayi cacat dan kematian bayi. Sumber pangan yang banyak mengandung magnesium adalah sayur-sayuran, sumber makanan laut, ikan tawar segar, daging, padi-padian dan kacang-kacangan.

    1. Iodium
      Kekurangan iodium selama hamil akan berefek pada keguguran, penyimpangan perkembangan otak janin, berat bayi lahir rendah dan kretinisme. Di Indonesia kekurangan iodium dialami oleh berbagai masyarakat lain, sehingga pemerintah telah mencanangkan kebijakan tentang garam beryodium. Sumber pangan yang banyak mengandung iodium adalah ikan, kerang dan rumput laut.
    2. Fosfor

Fungsi utama dari fosfor sebagai pemberi energi dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan pati, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesa DNA serta penyerapan dam pemakaian kalsium. Kandunagn fosfor dalam makanan banyak terdapat dalam makanan yang tinggi protein, seperti ikan, ayam, daging, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan serelia atau gandum. Kandungan fosfor dalam makanan olahan juga banyak seperti daging proses, roti, dan havermut.

 

Yang perlu untuk dijadikan perinsip bagi ibu hamil adalah dia memiliki pola makan yang terukur. Maksudnya terukur adalah tahu kebutuhannya dan kemudian memenuhinya. Ada sebuah pedoman sederhana untuk dapat menjadi patokan yang lebih singkat bagi ibu hamil dalam memantau kondisi makannya. Pedoman tersebut adalah : Konsumsi makanan yang banyak mengandung Asam Folat. Ingat kebutuhan selama 12 pekan I kehamilan untuk Asam Folat

sebanyak 400µg perhari.

Lakukan pola makan yang seimbang bagi kehamilan, yaitu :

  1. Makan makanan sumber karbohidrat secukupnya. Peningkatan kebutuhan baru terjadi pada masa 3 bulan terakhir kehamilan
  2. Makan banyak buah dan sayuran
  3. Jika memang hendak menggunakan suplementasi makanan atau vitamin maka gunakan suplemen makanan dan vitamin yang memang dikhususkan untuk kondisi kehamilan
    Susu dan produknya (keju, yoghurt, dll) yang telah diproses pasteurisasi sangat baik untuk kehamilan
  4. Makan cukup makanan yang mengandung protein
  5. Jangan terlalu banyak makan makanan manis dan berlemak
  6. Minum setidaknya 1-1.5 L cairan perhari (utamanya air bening, jus buah atau dapat pula dari susu atau makanan cair)
  7. Jangan makan hati karena banyak mengandung Retinol (Vitamin A Hewani), dan makan-makanan yang tidak dimasak/diolah sempurna (Setengah matang)
  8. Tidak boleh merokok dan minum Alkohol

Perhatikan kenaikan berat badan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s