OLIGOHIDRAMNION

Standar

I.     PENDAHULUAN

Oligohidramnion sangat berkaitan dengan air ketuban. Air ketuban adalah cairan yang dihasilkan janin dan selaput yang mengelilinginya. Air ketuban sangat penting bagi tumbuh kembang normal seorang janin. Bila terdapat oligohidramnion atau hidramnion, maka angka kematian dan kesakitan janin dan bayi akan meningkat. USG dapat membantu menilai volume air ketuban baik secara subyektif maupun semikuantitatif.

  • Produksi air ketuban

Teori tentang produksi air ketuban hingga saat ini masih belum begitu memuaskan. Pada awalnya produksi tersebut dilakukan oleh epitel selaput ketuban, kemudian pada kehamilan selanjutnya diproduksi oleh ginjal janin (Abramovich DR, 1970; Wallenburg HCS, 1977).

Sumber lain mengatakan bahwa produksi air ketuban berasal dari:

  1. Kencing janin
  2. Transudat darah ibu
  3. Sekret epitel ketuban
  4. Campuran dari ketiganya


  • Volume normal air ketuban

 

Dalam keadaan normal, volume ketuban berada dalam kondisi keseimbangan yang dinamik antara produksi dan absorbsi. Pertukaran air ketuban dapat melalui epitel ketuban, tali pusat, kulit, saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan saluran perkemihan (Wallenburg HCS, 1977). Volume total air ketuban diperkirakan diganti setiap 24 jam. Pada kehamilan 12 minggu jumlahnya sekitar 60 ml (Wallenburg HCS, 1977), dan meningkat secara tetap mencapai 1000 ml pada kehamilan 34 minggu kemudian menurun hingga mencapai 840 ml pada kehamilan tua (Queenan JT, 1972) dan hanya 540 ml pada kehamilan 42 minggu (Queenan JT, 1972).

  • Fungsi air ketuban
  1. Media janin untuk tumbuh dan berkembang normal  dapat bergerak bebas
  2. Melindungi janin dari trauma
  3. Menjaga stabilitas suhu tubuh janin
  4. Berperan dalam proses pembesaran rongga ketuban dan rahim
  5. Berperan dalam proses pembukaan leher rahim pada waktu persalinan (Wallenburg HCS, 1977).
  • II.  PEMBAHASAN


  • Definisi

Air ketuban memiliki beberapa peranan yang penting diantaranya melindungi bayi dari trauma, terjepitnya tali pusat, menjaga kestabilan suhu dalam rahim, melindungi dari infeksi, membuat bayi bisa bergerak sehingga otot-ototnya berkembang dengan baik serta membantu perkembangan saluran cerna dan paru janin.

Oligohidramnion adalah suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari normal, yaitu kurang dari 500 cc.

Ada beberapa definisi oligohidramnion yang dipakai diantaranya:

  1. Berkurangnya volume air ketuban (VAK)
  2. Volumenya kurang dari 500 cc saat usia 32-36 minggu
  3. Ukuran satu kantong (kuadran) < 2 cm
  4. Amniotic fluid index (AFI) < 5 cm atau < presentil kelima
  • Etiologi

Etiologi belum jelas, tetapi disangka ada kaitannya dengan renal agenosis janin. Etiologi primer lainnya mungkin oleh karena amnion kurang baik pertumbuhannya dan etiologi sekunder lainnya, misalnya pada ketuban pecah dini.

Volume air ketuban tergantung dari usia kehamilan, sehingga definisi terbaik adalah < presentil kelima. Volume air ketuban meningkat secara stabil saat kehamilan, volumenya sekitar 30 cc pada 10 minggu dan mencapai puncaknya 1 Liter pada 34-36 minggu, yang selanjutnya berkurang. Rata-rata sekitar 800 cc pada 40 minggu. Pengurangan volume maksimal bisa mencapai 150 cc/minggu pada usia hamil 38-43 minggu.

Tiga hal utama yang berperan adalah volume air ketuban adalah

  1. Regulasi normal aliran air ketuban dari janin,
  2. Pergerakan air dan bahan2 yang larut didalamnya serta menembus membran
  3. Efek ibu pada pergerakan cairan menembus plasenta.

Sumber ketuban yang berperanan adalah pipis bayi yang merupakan sumber utama air ketuban dalam TM II. Sumber lain adalah cairan yan berasal dari paru janin serta rongga hidung janin.

Oligohidramnion diakibatkan oleh banyaknya cairan yang hilang ataupun kurangnya produksi urin janin. Secara umum oligohidramnion berhubungan dengan salah satu kondisi dibawah ini:

  1. Pecahnya selaput ketuban.
  2. Kelainan bawaan pada saluran ginjal dan atau saluran kemih janin.
  3. Produksi pipis janin yang kurang secara kronis.
  4. Hamil lewat waktu (Postterm)
  • Patofisiologi

Sindroma Potter dan Fenotip Potter adalah suatu keadaan kompleks yang berhubungan dengan gagal ginjal bawaan dan berhubungan dengan oligohidramnion (cairan ketuban yang sedikit).

Fenotip Potter digambarkan sebagai suatu keadaan khas pada bayi baru lahir, dimana cairan ketubannya sangat sedikit atau tidak ada. Oligohidramnion menyebabkan bayi tidak memiliki bantalan terhadap dinding rahim. Tekanan dari dinding rahim menyebabkan gambaran wajah yang khas (wajah Potter). Selain itu, karena ruang di dalam rahim sempit, maka anggota gerak tubuh menjadi abnormal atau mengalami kontraktur dan terpaku pada posisi abnormal.

Oligohidramnion juga menyebabkan terhentinya perkembangan paru-paru (paru-paru hipoplastik), sehingga pada saat lahir, paru-paru tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Pada sindroma Potter, kelainan yang utama adalah gagal ginjal bawaan, baik karena kegagalan pembentukan ginjal (agenesis ginjal bilateral) maupun karena penyakit lain pada ginjal yang menyebabkan ginjal gagal berfungsi.

Dalam keadaan normal, ginjal membentuk cairan ketuban (sebagai air kemih) dan tidak adanya cairan ketuban menyebabkan gambaran yang khas dari sindroma Potter.

Gejala Sindroma Potter berupa :

  1. Wajah Potter (kedua mata terpisah jauh, terdapat lipatan epikantus, pangkal hidung yang lebar, telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke belakang).
  2. Tidak terbentuk air kemih
  3. Gawat pernafasan,
  4. Wanita dengan kondisi berikut memiliki insiden oligohidramnion yang tinggi.
    1. Anomali kongenital (misalnya : agenosis ginjal, sindrom patter).
    2. Retardasi pertumbuhan intra uterin.
    3. Ketuban pecah dini (24-26 minggu).
    4. Sindrom paska maturitas.
  • Gambaran Klinis
  1. Uterus tampak lebih kecil dari usia kehamilan dan tidak ada ballotemen.
  2. Ibu merasa nyeri di perut pada setiap pergerakan anak.
  3. Sering berakhir dengan partus prematurus.
  4. Bunyi jantung anak sudah terdengar mulai bulan kelima dan terdengar lebih jelas.
  5. Persalinan lebih lama dari biasanya.
  6. Sewaktu his akan sakit sekali.
  7. Bila ketuban pecah, air ketuban sedikit sekali bahkan tidak ada yang keluar.
  • Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:

  1. USG ibu (menunjukkan oligohidramnion serta tidak adanya ginjal janin atau ginjal yang sangat abnormal)
  2. Rontgen perut bayi
  3. Rontgen paru-paru bayi
  4. Analisa gas darah.
  • .Diagnosa

Diagnosa dibuat dengan pemeriksaan USG yaitu dengan mengukur indeks cairan ketuban (Amniotic Fluid Index= AFI). Tetapi secara klinis (dengan pemeriksaan fisik) bisa diduga dengan : pengukuran tinggi rahim dari luar serta bagian bayi yang mudah diraba dari luar (didinding perut ibu). Namun hal ini hanya berupa asumsi/dugaan saja, tetap harus dikonfirmasi dengan USG.

USG juga bisa melihat anantomi janin untuk melihat kelainan seperti ginjal yang tidak tumbuh (dengan tidak terlihatnya pipis di kandung kemih janin). Serta untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan janin. Pemeriksaan dengan spekulum dapat dilakukan guna mendeteksi adanya kebocoran air ketuban akibat pecahnya air ketuban.

Oligohidramnion didefinisikan sebagai AFI yang kurang dari 5 cm. Karena VAK tergantung pada usia kehamilan maka definisi yang lebih tepat adalah AFI yang kurang dari presentil 5 ( lebih kurang AFI yang <6.8 cm saat hamil cukup bulan).

  • Akibat Oligohidramnion
  1. Bila terjadi pada permulaan kehamilan maka janin akan menderita cacat bawaan dan pertumbuhan janin dapat terganggu bahkan bisa terjadi partus prematurus yaitu picak seperti kertas kusut karena janin mengalami tekanan dinding rahim.
  2. Bila terjadi pada kehamilan yang lebih lanjut akan terjadi cacat bawaan seperti club-foot, cacat bawaan karena tekanan atau kulit jadi tenal dan kering (lethery appereance).
  3. Jika terjadi pada trimester pertama: berisiko menimbulkan cacat bawaan pada janin, keguguran, kelahiran prematur atau janin meninggal
  4. Jika terjadi pada trimester kedua, akan amat mengganggu tumbuh kembang janin
  5. Jika terjadi menjelang persalinan, meningkatkan risiko terjadinya komplikasi selama persalinan. Seperti tidak efektifnya kontraksi rahim akibat tekanan di dalam rahim yang tidak seragam ke segala arah. Pada akhirnya, persalinan jadi lama atau malah “berhenti”
  • Tindakan Konservatif
  1. Tirah baring.
  2. Hidrasi.
  3. Perbaikan nutrisi.
  4. Pemantauan kesejahteraan janin (hitung pergerakan janin, NST, Bpp).
  5. Pemeriksaan USG yang umum dari volume cairan amnion.
  6. Amnion infusion.
  7. Induksi dan kelahiran.
  • Penatalaksanaan

Volume air ketuban merupakan prediktor kemampuan janin menghadapi persalinan, karena kemungkinan tali pusat terjepit antara bagian bayi dan dinding rahim meningkat tatkala air ketuban sedikit. Hal ini akan menimbulkan gawat janin serta persalinan diakhiri dengan bedah caesar.

Jika terjadi oligohidramnion sebelum cukup bulan, dilakukan perawatan secara ekspektatif tergantung kondisi bayi dan ibu, sedangkan jika terjadi pada hamil cukup bulan, dilakukan pengakhiran kehamilan (terminasi) sesuai dengan kondisi kematangan leher rahim. Jika matang dilakukan induksi persalinan.

Jumlah air ketuban bisa ditambah dari luar dengan melakukan amnioinfusion. Cairan NaCl hangat atau sesuai suhu ruangan dimasukkan lewat leher rahim. Sehingga akan menurunkan angka cesar pada kasus oligohidramnion.

2 responses »

  1. My brother recommended I might like this blog. He was once entirely right.
    This put up actually made my day. You cann’t consider simply how much time I had spent for this info! Thanks!

  2. When someone writes an piece of writing he/she keeps
    the plan of a user in his/her brain that how a user can understand it.
    So that’s why this post is outstdanding. Thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s